Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Ahli Ungkap Penyebab Fenomena Cuaca yang Sangat Langka di Indonesia

Muhajirin Rabu, 01 Maret 2023 - 23:00 WIB
Ahli Ungkap Penyebab Fenomena Cuaca yang Sangat Langka di Indonesia
Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Peneliti Klimatologi dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengungkap penyebab fenomena cuaca sangat langka yang terjadi di Indonesia saat ini.

“CENS dan Vorteks Borneo Mengapa hujan deras persisten disertai angin kencang melanda sebagian besar Indonesia saat ini? Saya akan fokus menjelaskan penyebab yg berkaitan dengan fenomena utama pada skala meso yg memiliki radius 2-200 km,” kata Erma dalam sebuah paparan di akun twitter-nya, Rabu (1/3/2023).

Saat ini, ada dua fenomena utama yang terjadi di Laut China Selatan. Pertama, CENS yaitu penguatan angin dari utara yang memiliki kecepatan rata-rata di atas 5 m/det di wilayah Laut China selatan bagian selatan dekat Laut Jawa.

Baca Juga:Arab Saudi Diguyur Hujan Lebat, Tanah Gersang Mendadak jadi Danau

“Berdasarkan pantauan, indeks CENS mulai aktif sejak 21 Februari hingga sekarang. Angin dari utara yang kuat ini telah berperan memperkuat angin monsun hingga 2-3 kali lipat semula, sehingga memengaruhi angin kencang yg marak terjadi saat ini,” ucapnya.

Kedua, vorteks Borneo. Vorteks adalah pusaran angin yang memiliki radius putaran pada skala meso, yaitu antara puluhan hingga ratusan kilometer. Saat ini, vorteks Borneo mulai terbentuk dekat ekuator di atas Laut China Selatan.

Lalu, bagaimana jika CENS dan Vorteks Borneo ini saling berinteraksi? Hal ini telah ditulis oleh Chang (2003) yang menyebutkan soal pembentukan Taifun (siklon tropis) vamei di ekuator dekat Singapura-Batam pada 27 Desember 2001.

Baca Juga: Wilayah Jabodetabek, Jaksel, dan Jaktim Berpotensi Cuaca Ekstrem

Jika ada CENS atau cold surge terbentuk secara terus menerus dan berinteraksi dengan vorteks Borneo yg terus menerus memutar pada lokasi yg sama, makin lama makin kuat dan membesar selama lebih dari 72 jam atau empat hari, maka terbentuklah siklon tropis.

“Kejadian ini sangat langka, oleh karena itu probabilitasnya terbentuk kembali sekitar 100-400 tahun sekali. Hal ini terjadi karena syarat pembentuknya belum tentu bisa terpenuhi semuanya,” ujar Erma.

Vamei terbentuk 12 tahun yang lalu. Saat ini kedua fenomena yang menjadi syarat bagi siklon tropis itu terjadi saat ini. Efek langsung tentu saja mengenai wilayah yg masih berada dalam pusaran vorteks yaitu Singapura, Batam, Pangkal Pinang, Babel, Kalbar.

Baca Juga:BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah Pascabanjir Semarang

Efek tak langsung adalah menyebabkan angin kencang di barat Indonesia, dan menciptakan daerah konvergensi luas di darat (Jawa, Sumatra) sehingga hujan turun persisten dengan intensitas tinggi.

“Semoga vorteks Borneo segera meluruh dan CENS lekas melemah kurang dari 72 jam agar tidak tumbuh menjadi siklon,” kata Erma.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)