LANGIT7.ID, Jakarta -
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah (Jateng) yang masih tinggi pascabanjir yang melanda Semarang.
Kepala BMKG,
Dwikorita Karnawati menyebutkan, berdasarkan analisis BMKG, Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
Baca Juga: BPBD DKI Imbau Masyarakat Waspada Banjir Rob Akibat Bulan Purnama"Kami mengimbau daerah-daerah terutama di wilayah pegunungan yang berpotensi longsor agar tetap waspada karena curah hujan diprakirakan masih cukup tinggi," kata Dwikorita dalam keterangannya, Rabu (4/1/2023).
Selain hujan, Dwikorita juga mengungkapkan potensi angin kencang yang perlu diwaspadai. "Prediksi kami kecepatan angin dalam beberapa hari ke depan dapat mencapai 35 knot atau sekitar 60 km/jam," ungkapnya.
Sementara itu dari sektor maritim, BMKG memprediksi gelombang tinggi terjadi di pantai selatan
Jawa Tengah yang dapat mencapai 4 meter. Gelombang tinggi juga masih akan terjadi di perairan sekitar Pulau Karimunjawa.
Baca Juga: Doa Saat Dilanda Cuaca Ekstrem Sebagaimana Dibaca Rasulullah SAW"Kami imbau kepada para nelayan agar tidak melaut untuk sementara waktu karena gelombang masih tinggi ditambah adanya angin kencang, demi keselamatan," ujar Dwikorita.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menambahkan, sejak awal 2023 telah dimulai kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Jawa Tengah. TMC dilaksanakan atas kerja sama BNPB, BMKG, BRIN, TNI AU, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"TMC ini dilaksanakan untuk memecah atau mengurangi intensitas hujan agar tidak menyebabkan banjir. Meskipun intensitas hujan di Kota Semarang mulai berkurang, beberapa kabupaten lain masih berpotensi hujan dengan instensitas yang cukup tinggi," ucap Guswanto.
Baca Juga:
DPR Bakal Panggil BRIN dan BMKG Usai Bikin Heboh Informasi Cuaca
BMKG Sebut Ada 7 Wilayah Indonesia Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem(gar)