Menparekraf Ajak Santri Ponpes Al-Ikhlash Putri Ciptakan Konten Islami
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 02 Maret 2023 - 22:10 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengunjungi Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Putri Kuningan, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para santri di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Putri Kuningan, Jawa Barat untuk menciptakan dan menghadirkan konten-konten kreatif bernuansa Islami.
Menurut Sandiaga, saat ini terdapat 5 juta santri yang tersebar di 28.000 pesantren di berbagai daerah di Indonesia. Jika satu persen dari jumlah santri tersebut menciptakan konten Islami yang inspiratif, maka ada ribuan konten yang lebih edukatif dan menginspirasi.
"Ini berarti ada tambahan 50 ribu konten kreator baru di Indonesia. Indonesia membutuhkan SDM yang profesional, unggul, kompetitif dengan karya dan produk secara konsisten dan berkelanjutan yang rahmatan lil alamin. Tentunya mendukung kebangkitan ekonomi dan terciptanya lapangan kerja," kata Sandiaga dikutip dalam keterangannya, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga:Promosikan Ekonomi Kreatif Indonesia, Kemenparekraf Luncurkan @creativebyIndonesia
Sandi, sapaan akrabnya, menilai para santri perlu menggaungkan hal tersebut. Pasalnya, ada tantangan ekonomi yang bertransformasi ke arah digital.
"Dampak digitalisasi tidak hanya ke arah yang positif, tapi juga ada dampak negatifnya. Sehingga kebutuhan terhadap konten-konten kreatif yang bernapaskan islami menjadi peluang besar para santri menuju Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur," ujar Sandi.
Dalam hal ini, Sandi menyebut Kemenparekraf memiliki program yang dapat dimanfaatkan oleh para santri di Ponpes Modern Al-Ikhlash Putri, yakni Santridigitalpreneur. Melalui program ini, para santri dibekali ilmu digitalisasi dengan tren kekinian yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing.
Menurut Sandiaga, saat ini terdapat 5 juta santri yang tersebar di 28.000 pesantren di berbagai daerah di Indonesia. Jika satu persen dari jumlah santri tersebut menciptakan konten Islami yang inspiratif, maka ada ribuan konten yang lebih edukatif dan menginspirasi.
"Ini berarti ada tambahan 50 ribu konten kreator baru di Indonesia. Indonesia membutuhkan SDM yang profesional, unggul, kompetitif dengan karya dan produk secara konsisten dan berkelanjutan yang rahmatan lil alamin. Tentunya mendukung kebangkitan ekonomi dan terciptanya lapangan kerja," kata Sandiaga dikutip dalam keterangannya, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga:Promosikan Ekonomi Kreatif Indonesia, Kemenparekraf Luncurkan @creativebyIndonesia
Sandi, sapaan akrabnya, menilai para santri perlu menggaungkan hal tersebut. Pasalnya, ada tantangan ekonomi yang bertransformasi ke arah digital.
"Dampak digitalisasi tidak hanya ke arah yang positif, tapi juga ada dampak negatifnya. Sehingga kebutuhan terhadap konten-konten kreatif yang bernapaskan islami menjadi peluang besar para santri menuju Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur," ujar Sandi.
Dalam hal ini, Sandi menyebut Kemenparekraf memiliki program yang dapat dimanfaatkan oleh para santri di Ponpes Modern Al-Ikhlash Putri, yakni Santridigitalpreneur. Melalui program ini, para santri dibekali ilmu digitalisasi dengan tren kekinian yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing.