Psikolog: Sekolah Pagi Buta Bisa Berdampak Buruk bagi Siswa
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 03 Maret 2023 - 05:00 WIB
Siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk sekolah jam 5 pagi. (Foto: Instagram/ @zonamahasiswa)
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), T. Novi Poespita Candra, turut menyoroti kebijakan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menerapkan jam masuk sekolah pukul 05.30 WITA. Dia menilai kebijakan sekolah pagi bagi siswa dinilai kurang bijaksana dan komprehensif.
Menurut Novi, belum ada studi yang menjustifikasi bahwa sekolah yang dimulai lebih pagi atau menambah jam belajar memiliki signifikansi terhadap etos belajar, kedisiplinan, dan prestasi siswa.
"Maka kebijakan ini kurang bijaksana. Bahkan, kebijakan tersebut dapat berdampak buruk jika tetap dijalankan," kata Novi dalam keterangannya, dikutip dari laman UGM, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga:Sekolah NTT Masuk Jam 5 Pagi, DPR: Merepotkan dan Buat Gaduh
Untuk itu, dia menyarankan perlu dilakukan mitigasi terkait kebijakan sekolah pagi. Pasalnya, masuk sekolah lebih pagi bisa berdampak negatif pada fisik, emosi, maupun kognisi siswa.
"Dari sisi fisik, masuk sekolah lebih pagi akan memengaruhi kualitas tidur. Sehingga bisa berpengaruh pada kondisi fisik anak," ujarnya.
Sementara penambahan jam sekolah, lanjut Novi, dapat mengakibatkan kelelahan kronis pada anak. Hal itu juga bisa menurunkan imunitas tubuh sehingga lebih rentan terserang penyakit.
Menurut Novi, belum ada studi yang menjustifikasi bahwa sekolah yang dimulai lebih pagi atau menambah jam belajar memiliki signifikansi terhadap etos belajar, kedisiplinan, dan prestasi siswa.
"Maka kebijakan ini kurang bijaksana. Bahkan, kebijakan tersebut dapat berdampak buruk jika tetap dijalankan," kata Novi dalam keterangannya, dikutip dari laman UGM, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga:Sekolah NTT Masuk Jam 5 Pagi, DPR: Merepotkan dan Buat Gaduh
Untuk itu, dia menyarankan perlu dilakukan mitigasi terkait kebijakan sekolah pagi. Pasalnya, masuk sekolah lebih pagi bisa berdampak negatif pada fisik, emosi, maupun kognisi siswa.
"Dari sisi fisik, masuk sekolah lebih pagi akan memengaruhi kualitas tidur. Sehingga bisa berpengaruh pada kondisi fisik anak," ujarnya.
Sementara penambahan jam sekolah, lanjut Novi, dapat mengakibatkan kelelahan kronis pada anak. Hal itu juga bisa menurunkan imunitas tubuh sehingga lebih rentan terserang penyakit.