Legislator Sebut Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT Mengada-ada
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 04 Maret 2023 - 06:00 WIB
Siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk sekolah jam 5 pagi. (Foto: Instagram/ @zonamahasiswa)
Anggota Komisi X DPR RI, Fahmy Alaydroes menyebut kebijakan Gubernur NTT yang mewajibkan pelajar SMA/SMK masuk sekolah sejak pukul 5 pagi, patut dipertimbangkan kembali. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai tidak efektif dan tidak efisien untuk mendukung penyelenggaran pembelajaran.
"Maksudnya baik, mendidik pelajar agar terbiasa disiplin, memanfaatkan waktu sejak dini hari. Namun, kebijakan itu menjadi tidak bijak bila kemudian memberatkan, merepotkan, dan membuat gaduh banyak pihak, terutama pihak orangtua," kata Fahmy dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/3/2023).
Menurut Fahmy, proses pendisiplinan pelajar dan peningkatan mutu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Dia pun meminta pihak terkait untuk tidak membuat kebijakan pemenuhan standar mutu pendidikan yang mengada-ada.
Baca Juga:Psikolog: Sekolah Pagi Buta Bisa Berdampak Buruk bagi Siswa
"Terasa aneh dan tidak nyambung ketika ketertinggalan mutu pendidikan yang penyebabnya adalah merosotnya capaian standar mutu, tetapi yang disalahkan justru jam masuk sekolah," ucap legislator Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Barat V itu.
Politisi Fraksi PKS itu mengatakan, kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi berpotensi menggangu kesempatan para pengajar maupun pelajar. Khususnya bagi individu yang beragama Islam untuk menunaikan salat subuh di masjid.
"Hal ini pasti akan memicu kontroversi di tengah masyarakat," ujar Fahmy.
"Maksudnya baik, mendidik pelajar agar terbiasa disiplin, memanfaatkan waktu sejak dini hari. Namun, kebijakan itu menjadi tidak bijak bila kemudian memberatkan, merepotkan, dan membuat gaduh banyak pihak, terutama pihak orangtua," kata Fahmy dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/3/2023).
Menurut Fahmy, proses pendisiplinan pelajar dan peningkatan mutu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Dia pun meminta pihak terkait untuk tidak membuat kebijakan pemenuhan standar mutu pendidikan yang mengada-ada.
Baca Juga:Psikolog: Sekolah Pagi Buta Bisa Berdampak Buruk bagi Siswa
"Terasa aneh dan tidak nyambung ketika ketertinggalan mutu pendidikan yang penyebabnya adalah merosotnya capaian standar mutu, tetapi yang disalahkan justru jam masuk sekolah," ucap legislator Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Barat V itu.
Politisi Fraksi PKS itu mengatakan, kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi berpotensi menggangu kesempatan para pengajar maupun pelajar. Khususnya bagi individu yang beragama Islam untuk menunaikan salat subuh di masjid.
"Hal ini pasti akan memicu kontroversi di tengah masyarakat," ujar Fahmy.