Konsul Haji KJRI Pastikan Tak Ada Penutupan Ziarah di Makkah dan Madinah
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 05 Maret 2023 - 07:00 WIB
Ilustrasi jemaah haji sedang berjalan kaki di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam memastikan tak ada penutupan ziarah di Makkah dan Madinah. Pernyataan itu merespons kabar beredar di media sosial yang menyebut adanya penutupan ziarah ke Madinah dan Makkah mulai 7 Maret hingga Hari Raya Idul Fitri 2023.
Nasrullah mengatakan, informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. "Tidak ada penutupan ziarah, baik di Makkah maupun Madinah. Tempat-tempat ziarah juga tidak ditutup," katanya dikutip dari laman Kemenag RI, Sabtu (4/3/2023).
Baca Juga:Wamenag Gulirkan Ide Pembentukan Tim Umrah dan Haji Indonesia
Nasrullah mengaku sudah melakukan klarifikasi informasi tersebut kepada Wakil Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bidang Ziarah. Menurutnya, info yang sebenarnya adalah pengumuman salah satu perusahaan transportasi di Arab Saudi yang menghentikan layanan ziarahnya lantaran keterbatasan armada, tenaga driver, serta pertimbangan kemacetan.
"Jadi bukan penutupan tempat ziarah di Makkah dan Madinah, tapi ada pemberitahuan dari perusahaan transportasi terkait ketidakmampuan mereka memberikan layanan ziarah," tambahnya.
Selain itu, Nasrullah memastikan sampai saat ini layanan terhadap jemaah umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berjalan seperti biasanya. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah jemaah umrah terus meningkat, terutama saat bulan suci Ramadan.
Baca Juga:
Nasrullah mengatakan, informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. "Tidak ada penutupan ziarah, baik di Makkah maupun Madinah. Tempat-tempat ziarah juga tidak ditutup," katanya dikutip dari laman Kemenag RI, Sabtu (4/3/2023).
Baca Juga:Wamenag Gulirkan Ide Pembentukan Tim Umrah dan Haji Indonesia
Nasrullah mengaku sudah melakukan klarifikasi informasi tersebut kepada Wakil Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bidang Ziarah. Menurutnya, info yang sebenarnya adalah pengumuman salah satu perusahaan transportasi di Arab Saudi yang menghentikan layanan ziarahnya lantaran keterbatasan armada, tenaga driver, serta pertimbangan kemacetan.
"Jadi bukan penutupan tempat ziarah di Makkah dan Madinah, tapi ada pemberitahuan dari perusahaan transportasi terkait ketidakmampuan mereka memberikan layanan ziarah," tambahnya.
Selain itu, Nasrullah memastikan sampai saat ini layanan terhadap jemaah umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berjalan seperti biasanya. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah jemaah umrah terus meningkat, terutama saat bulan suci Ramadan.
Baca Juga: