Penyebab Resesi Seks: Agama Dipisahkan dari Kehidupan Sosial
Muhajirin
Senin, 06 Maret 2023 - 21:30 WIB
Ilustrasi pejalan kaki melintas di persimpangan tersibuk di dunia, Shibuya, Tokyo, Jepang. (Foto: Langit7.id/iStock)
Penulis sekaligus pendakwah asal DKI Jakarta, Ustaz Iwan Januar menilai salah satu penyebab utama resesi seks adalah sekularisme dan liberalisme. Dalam hal ini, masyarakat tidak lagi menjadikan agama sebagai patokan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Iwan menyebut beberapa negara yang mengalami resesi seks seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura. Di Jepang, angka kelahiran turun menjadi di bawah 800.000 pada 2019, yang merupakan angka terendah sejak pencatatan dimulai pada 1899.
"Penyebab resesi seksual, karena semakin tipis ikatan dengan agama," kata Ustadz Iwan dalam tausiah daring di Cinta Qur’an TV, Senin (6/3/2023).
Baca Juga:Angka Kelahiran di Indonesia Stabil, Jokowi Pastikan Tak Ada Resesi Seks
Masyarakat liberal maupun sekuler memisahkan agama dalam kehidupan sehari-hari. Agama dianggap sebagai pelengkap dan disimpan di tempat-tempat ritual saja, bukan pendorong dalam beraktivitas.
"Sudah semakin lemah dorongan agama, terutama di masyarakat negara maju, di mana agama dipandang sebagai pelengkap saja. Agama bukan sebagai landasan kehidupan. Agama bukan sebagai pendorong dalam kehidupan. Agama cuma ritual saja," ujar Ustaz Iwan.
Menurutnya, pemisahan agama dalam kehidupan juga menimpa keluarga yang pada akhirnya kian memperparah resesi seks. Hal tersebut membuat Negara mengalami penurunan jumlah penduduk pasangan suami istri enggan memiliki anak.
Ustaz Iwan menyebut beberapa negara yang mengalami resesi seks seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura. Di Jepang, angka kelahiran turun menjadi di bawah 800.000 pada 2019, yang merupakan angka terendah sejak pencatatan dimulai pada 1899.
"Penyebab resesi seksual, karena semakin tipis ikatan dengan agama," kata Ustadz Iwan dalam tausiah daring di Cinta Qur’an TV, Senin (6/3/2023).
Baca Juga:Angka Kelahiran di Indonesia Stabil, Jokowi Pastikan Tak Ada Resesi Seks
Masyarakat liberal maupun sekuler memisahkan agama dalam kehidupan sehari-hari. Agama dianggap sebagai pelengkap dan disimpan di tempat-tempat ritual saja, bukan pendorong dalam beraktivitas.
"Sudah semakin lemah dorongan agama, terutama di masyarakat negara maju, di mana agama dipandang sebagai pelengkap saja. Agama bukan sebagai landasan kehidupan. Agama bukan sebagai pendorong dalam kehidupan. Agama cuma ritual saja," ujar Ustaz Iwan.
Menurutnya, pemisahan agama dalam kehidupan juga menimpa keluarga yang pada akhirnya kian memperparah resesi seks. Hal tersebut membuat Negara mengalami penurunan jumlah penduduk pasangan suami istri enggan memiliki anak.