LANGIT7.ID, Jakarta - Penulis sekaligus pendakwah asal DKI Jakarta, Ustaz Iwan Januar menilai salah satu penyebab utama
resesi seks adalah sekularisme dan liberalisme. Dalam hal ini, masyarakat tidak lagi menjadikan agama sebagai patokan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Iwan menyebut beberapa negara yang mengalami resesi seks seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura. Di
Jepang, angka kelahiran turun menjadi di bawah 800.000 pada 2019, yang merupakan angka terendah sejak pencatatan dimulai pada 1899.
"Penyebab resesi seksual, karena semakin tipis ikatan dengan agama," kata Ustadz Iwan dalam tausiah daring di Cinta Qur’an TV, Senin (6/3/2023).
Baca Juga: Angka Kelahiran di Indonesia Stabil, Jokowi Pastikan Tak Ada Resesi SeksMasyarakat liberal maupun sekuler memisahkan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Agama dianggap sebagai pelengkap dan disimpan di tempat-tempat ritual saja, bukan pendorong dalam beraktivitas.
"Sudah semakin lemah dorongan agama, terutama di masyarakat negara maju, di mana agama dipandang sebagai pelengkap saja. Agama bukan sebagai landasan kehidupan. Agama bukan sebagai pendorong dalam kehidupan. Agama cuma ritual saja," ujar Ustaz Iwan.
Menurutnya, pemisahan agama dalam kehidupan juga menimpa keluarga yang pada akhirnya kian memperparah resesi seks. Hal tersebut membuat Negara mengalami penurunan jumlah penduduk pasangan suami istri enggan memiliki anak.
"Termasuk dalam rumah tangga, agama tidak dijadikan sebagai pendorong karena mereka adalah masyarakat sekuler, masyarakat yang sudah memisahkan agama dari kehidupan, dan masyarakat yang liberal, sudah sangat bebas. Agama tidak dijadikan sebagai rujukan," ucap Ustaz Iwan.
Baca Juga: Tanda Seorang Muslim Sudah Siap MenikahBerbeda dalam masyarakat muslim, agama merupakan landasan hidup. Segala aktivitas harus berpatokan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Pernikahan hanya salah satu bagian dari ajaran mulia dalam Islam. Agama islam mendorong orang untuk menikah.
“Hai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah memiliki kemampuan, segeralah menikah, karena menikah dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum sanggup menikah, berpuasalah, karena puasa akan menjadi benteng baginya.” (HR Muttafaq ‘alaih).
"Dalam masyarakat sekuler tidak ada prinsip seperti itu. Karena agama tidak dijadikan pedoman, landasan hidup," tutur Ustaz Iwan.
Baca Juga: Resesi Seks Terjadi di Jepang dan Korsel Akibat Pengabaian Agama(gar)