Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan Jalankan Pemerintahan dari Masjid
Fajar adhitya
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 06:05 WIB
Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan alasan menjalankan pemerintahan dari masjid. (Foto: Antara).
Helmi Hasan barangkali satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang pernah mengelola pemerintahan dari masjid. Pada Senin, 8 Maret 2021 silam, Helmi yang menjabat sebagai wali kota Bengkulu memutuskan untuk pindah kantor ke Masjid Akbar At Taqwa, Jalan Soekarno- Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka.
Sekilas, arsitektur luar Masjid Raya Akbar At-Taqwa memang lebih menyerupai istana daripada masjid pada umumnya. Masjid kebanggaan masyarakat Bengkulu ini didirikan dekat rumah Presiden RI pertama, Soekarno, saat ia diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Helmi mengambil tempat di Guets House lingkungan Masjid Akbar At Taqwa yang kemudian disulap menjadi ruang kerja sederhana. Proses perpindahan tidak memerlukan biaya tambahan, karena ruangan berukuran 4x5 meter yang menjadi tempat Helmi bekerja tidak banyak yang diubah.
Baca Juga: Gubernur Anies Baswedan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid At Tabayyun
AC, meja, kursi, hordeng, hingga karpet tak ada yang baru, semua adalah barang lama yang sebelumnya digunakan di Balai Kota. Tak ada fasilitas yang baru, bahkan karena baru saja dipindah, beberapa bagian karpet masih terlihat berdebu.
“Kita meminimalisir biaya, silakan anggarannya untuk kepentingan lainnya seperti perencanaan Mal Pelayanan Publik di Balai Kota,” ujar Helmi Hasan dikutip media center kota Bengkulu, Kamis (26/8/2021).
“Tak perlu mewah-mewah, yang terpenting bagaimana pemerintah berbuat untuk masyarakatnya dan menciptakan kebahagiaan.”
Sekilas, arsitektur luar Masjid Raya Akbar At-Taqwa memang lebih menyerupai istana daripada masjid pada umumnya. Masjid kebanggaan masyarakat Bengkulu ini didirikan dekat rumah Presiden RI pertama, Soekarno, saat ia diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Helmi mengambil tempat di Guets House lingkungan Masjid Akbar At Taqwa yang kemudian disulap menjadi ruang kerja sederhana. Proses perpindahan tidak memerlukan biaya tambahan, karena ruangan berukuran 4x5 meter yang menjadi tempat Helmi bekerja tidak banyak yang diubah.
Baca Juga: Gubernur Anies Baswedan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid At Tabayyun
AC, meja, kursi, hordeng, hingga karpet tak ada yang baru, semua adalah barang lama yang sebelumnya digunakan di Balai Kota. Tak ada fasilitas yang baru, bahkan karena baru saja dipindah, beberapa bagian karpet masih terlihat berdebu.
“Kita meminimalisir biaya, silakan anggarannya untuk kepentingan lainnya seperti perencanaan Mal Pelayanan Publik di Balai Kota,” ujar Helmi Hasan dikutip media center kota Bengkulu, Kamis (26/8/2021).
“Tak perlu mewah-mewah, yang terpenting bagaimana pemerintah berbuat untuk masyarakatnya dan menciptakan kebahagiaan.”