Kang Abik: Siaran Ramadhan Efektif Tanamkan Nilai Budaya di Masyarakat
Muhajirin
Kamis, 09 Maret 2023 - 07:44 WIB
Ilustrasi keluarga yang menonton siaran televisi. Foto: iStock.
Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habiburrahman El Shirazy, mengungkapkan, siaran Ramadhan merupakan moment yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.
Menurut sastrawan yang kerap disapa Kang Abik ini, televisi ataupun siaran sangat strategis ikut menjaga kebudayaan-kebudayaan yang sangat positif.
Penanaman budaya Indonesia ini sudah dilakukan para ulama terdahulu. Bahkan, mereka terus menjaga budaya agar tidak pudar.
Baca juga: Habiburrahman: Budayawan Muslim Wajib Bentengi Umat dari Budaya Destruktif
“Ramadhan menjadi lebih sangat strategis lagi karena Ramadhan ini bulan yang suci. Kemudian, umat juga menginginkan kesucian. Umat ingin pahala yang banyak,” kata Kang Abik dalam webinar yang digelar Komisi Infokom MUI di MUI TV, dikutip Kamis (9/3/2023).
Ramadhan menjadi sangat strategis karena banyak momen-momen kebersamaan dengan keluarga. Bahkan, anak remaja yang sudah jarang menonton televisi ikut menikmati tontonan bersama orang tua, terkhusus saat sahur dan berbuka puasa.
“Maka di situ memang sangat strategis sekali untuk memasukkan nilai-nilai budaya. Saya rasa semangatnya kita sama, yaitu ingin kebaikan untuk umat ini, ingin menegakkan nilai-nilai dan kebudayaan yang positif di tengah-tengah umat,” ujar Kang Abik.
Menurut sastrawan yang kerap disapa Kang Abik ini, televisi ataupun siaran sangat strategis ikut menjaga kebudayaan-kebudayaan yang sangat positif.
Penanaman budaya Indonesia ini sudah dilakukan para ulama terdahulu. Bahkan, mereka terus menjaga budaya agar tidak pudar.
Baca juga: Habiburrahman: Budayawan Muslim Wajib Bentengi Umat dari Budaya Destruktif
“Ramadhan menjadi lebih sangat strategis lagi karena Ramadhan ini bulan yang suci. Kemudian, umat juga menginginkan kesucian. Umat ingin pahala yang banyak,” kata Kang Abik dalam webinar yang digelar Komisi Infokom MUI di MUI TV, dikutip Kamis (9/3/2023).
Ramadhan menjadi sangat strategis karena banyak momen-momen kebersamaan dengan keluarga. Bahkan, anak remaja yang sudah jarang menonton televisi ikut menikmati tontonan bersama orang tua, terkhusus saat sahur dan berbuka puasa.
“Maka di situ memang sangat strategis sekali untuk memasukkan nilai-nilai budaya. Saya rasa semangatnya kita sama, yaitu ingin kebaikan untuk umat ini, ingin menegakkan nilai-nilai dan kebudayaan yang positif di tengah-tengah umat,” ujar Kang Abik.