Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kang Abik: Siaran Ramadhan Efektif Tanamkan Nilai Budaya di Masyarakat

Muhajirin Kamis, 09 Maret 2023 - 07:44 WIB
Kang Abik: Siaran Ramadhan Efektif Tanamkan Nilai Budaya di Masyarakat
Ilustrasi keluarga yang menonton siaran televisi. Foto: iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habiburrahman El Shirazy, mengungkapkan, siaran Ramadhan merupakan moment yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.

Menurut sastrawan yang kerap disapa Kang Abik ini, televisi ataupun siaran sangat strategis ikut menjaga kebudayaan-kebudayaan yang sangat positif.

Penanaman budaya Indonesia ini sudah dilakukan para ulama terdahulu. Bahkan, mereka terus menjaga budaya agar tidak pudar.

Baca juga: Habiburrahman: Budayawan Muslim Wajib Bentengi Umat dari Budaya Destruktif

“Ramadhan menjadi lebih sangat strategis lagi karena Ramadhan ini bulan yang suci. Kemudian, umat juga menginginkan kesucian. Umat ingin pahala yang banyak,” kata Kang Abik dalam webinar yang digelar Komisi Infokom MUI di MUI TV, dikutip Kamis (9/3/2023).

Ramadhan menjadi sangat strategis karena banyak momen-momen kebersamaan dengan keluarga. Bahkan, anak remaja yang sudah jarang menonton televisi ikut menikmati tontonan bersama orang tua, terkhusus saat sahur dan berbuka puasa.

“Maka di situ memang sangat strategis sekali untuk memasukkan nilai-nilai budaya. Saya rasa semangatnya kita sama, yaitu ingin kebaikan untuk umat ini, ingin menegakkan nilai-nilai dan kebudayaan yang positif di tengah-tengah umat,” ujar Kang Abik.

Penulis novel Ayat-Ayat Cinta itu menuturkan, nilai budaya yang harus ditanamkan di tengah masyarakat mencakup empat hal. Di antaranya:

Baca juga: Multaqa LSBPI-MUI akan Rumuskan Rekomendasi Seni-Budaya Islami


Etika


Nilai budaya pertama yang harus ditanamkan kepada masyarakat adalah etika. Kang Abik mencontohkan, etika menghormati ulama atau orang yang berilmu, etika menjaga interaksi antara lelaki dan perempuan, etika makan dengan tangan kanan, dan etika baik lainnya.


Persepsi


Nilai budaya kedua yang harus ditanamkan adalah persepsi. Persepsi ini mencakup banyak hal. Misalnya, ahli Al-Qur’an dianggap orang yang paling mulia di tengah masyarakat. Bisa juga membangun persepsi tentang masjid sebagai tempat mulia yang harus dihormati.


Sensibilitas


Sensibilitas merupakan salah satu nilai budaya yang mulai hilang di tengah masyarakat. Maka itu, penyiaran perlu menanamkan kembali nilai budaya tersebut. Misalnya, budaya unggah-ungguh ketika bertemu orang lain.

“Jangan sampai nilai-nilai positif ini tergradasi oleh budaya luar. Apalagi, saat ini di masyarakat sudah mulai terlihat ada pergeseran,” ucap Kang Abik.

Baca juga: Habiburrahman El Shirazy: Waktu Merupakan Nikmat Terbesar dari Allah


Estetika


Estetika berarti berupaya menampilkan sesuatu yang baik kepada orang lain. Baik dalam masalah ahlak maupun penampilan lahiriah. Misalnya, pergi ke pengajian dengan memakai baju putih-putih.

“Yang saat ini kita sudah bisa menikmati, bagaimana para pendahulu kita, baik itu para ulamanya, seniman-seniman muslim terdahulu menanamkan nilai-nilai kebudayaan di tengah masyarakat dalam proses yang sangat panjang sekali, dan ini harus kita jaga bersama,” tutur Kang Abik.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)