Orang Tua Wajib Tanamkan Nilai-Nilai Agama pada Anak Remaja
Muhajirin
Kamis, 09 Maret 2023 - 11:40 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Pakar parenting Islami, Mohammad Fauzil Adhim, mengungkapkan, saat ini orang tua belum sepenuhnya memahami apa yang seharusnya dilakukan dalam mendidik secara Islami. Fauzil menyebut ada tiga isu utama yang perlu diperhatikan oleh orang tua.
“Ketiga isu utama tersebut adalah nilai-nilai yang diyakini dan dia hidup dengannya, pengajaran agama, dan pendidikan anak,” kata Fauzil di kanal youtube pribadinya, Kamis (9/3/2023).
Baca juga: Jangan Asal Pilih Sekolah, Perhatikan 5 Hal ini
Fauzil mengatakan, nilai-nilai yang diyakini sangat penting untuk ditanamkan pada anak. Banyak orang tua hanya mengajarkan agama sebagai pengetahuan tanpa menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam agama itu sendiri.
Oleh karena itu, anak-anak seringkali hanya memperoleh pendidikan agama sebagai pengetahuan saja. Jika begitu, anak tidak bisa memahami nilai-nilai yang diyakini dari agama tersebut. Misalnya, nilai-nilai iman, ilmu, dan amal.
“Anak perlu memperoleh pengajaran agama yang tidak hanya berupa pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai yang diyakini. Anak harus mengikatkan dirinya dengan nilai-nilai tersebut dan menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai tersebut,” ungkap Fauzil.
Idealnya, kata dia, pendidikan agama tidak hanya dilakukan di pondok pesantren atau lembaga tertentu. Tetapi, pendidikan agama harus dilakukan di rumah oleh orang tua. Namun, hal ini hanya akan berhasil jika dilakukan dengan benar dan menyertai ilmu.
“Ketiga isu utama tersebut adalah nilai-nilai yang diyakini dan dia hidup dengannya, pengajaran agama, dan pendidikan anak,” kata Fauzil di kanal youtube pribadinya, Kamis (9/3/2023).
Baca juga: Jangan Asal Pilih Sekolah, Perhatikan 5 Hal ini
Fauzil mengatakan, nilai-nilai yang diyakini sangat penting untuk ditanamkan pada anak. Banyak orang tua hanya mengajarkan agama sebagai pengetahuan tanpa menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam agama itu sendiri.
Oleh karena itu, anak-anak seringkali hanya memperoleh pendidikan agama sebagai pengetahuan saja. Jika begitu, anak tidak bisa memahami nilai-nilai yang diyakini dari agama tersebut. Misalnya, nilai-nilai iman, ilmu, dan amal.
“Anak perlu memperoleh pengajaran agama yang tidak hanya berupa pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai yang diyakini. Anak harus mengikatkan dirinya dengan nilai-nilai tersebut dan menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai tersebut,” ungkap Fauzil.
Idealnya, kata dia, pendidikan agama tidak hanya dilakukan di pondok pesantren atau lembaga tertentu. Tetapi, pendidikan agama harus dilakukan di rumah oleh orang tua. Namun, hal ini hanya akan berhasil jika dilakukan dengan benar dan menyertai ilmu.