Islam Penyelamat bagi Kaum Hawa
Imam shamsi ali - presiden nusantara foundation
Ahad, 12 Maret 2023 - 16:00 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Minggu kemarin ini di kota New York, persisnya di PBB New York berlangsung konferensi tentang wanita. Acara tahunan ini menjadi salah satu ajang penting PBB untuk membicarakan tentang kaum wanita, khususnya dalam konteks hak kaum hawa untuk memainkan peranan dalam kehidupan manusia.
Isu wanita memang selalu hidup. Karena diakui atau tidak, dunia akan sepi tanpa wanita. Wanitalah yang menjadikan dunia hidup dan dinamis. Wanita menjadi energi terpenting dari perputaran kehidupan manusia. Wanita seolah menjadi rujukan kehidupan bagi manusia.
Inilah realitanya kenapa dalam bahasa Islam wanita dinamai dengan tiga hal.
Baca juga: Hajar Sa'deddin, Perempuan Pertama yang Menjabat Kepala Radio Quran Mesir
Pertama, wanita disebut mar’ah”. Walau kata “mar’un” juga bisa diartikan seseorang atau seorang lelaki tapi umumnya lelaki lebih populer dengan sebutan “rajulun”.
Sementara kata mar’atun lebih identik dengan seorang wanita. Kata mar’atun menjadi sangat penting karena dengan pelabelan mar’atun wanita diharapkan menjadi cerminan kehidupan.
Kedua, wanita disebut “nisaa”. Kata ini menjadi sangat penting dan mengandung makna yang dalam tentang kehidupan. Kata ini berkonotasi “sakinah” yang berarti ketenangan, ketentraman dan yang semakna.
Isu wanita memang selalu hidup. Karena diakui atau tidak, dunia akan sepi tanpa wanita. Wanitalah yang menjadikan dunia hidup dan dinamis. Wanita menjadi energi terpenting dari perputaran kehidupan manusia. Wanita seolah menjadi rujukan kehidupan bagi manusia.
Inilah realitanya kenapa dalam bahasa Islam wanita dinamai dengan tiga hal.
Baca juga: Hajar Sa'deddin, Perempuan Pertama yang Menjabat Kepala Radio Quran Mesir
Pertama, wanita disebut mar’ah”. Walau kata “mar’un” juga bisa diartikan seseorang atau seorang lelaki tapi umumnya lelaki lebih populer dengan sebutan “rajulun”.
Sementara kata mar’atun lebih identik dengan seorang wanita. Kata mar’atun menjadi sangat penting karena dengan pelabelan mar’atun wanita diharapkan menjadi cerminan kehidupan.
Kedua, wanita disebut “nisaa”. Kata ini menjadi sangat penting dan mengandung makna yang dalam tentang kehidupan. Kata ini berkonotasi “sakinah” yang berarti ketenangan, ketentraman dan yang semakna.