LANGIT7.ID - , Kairo -
Mesir Mesir memiliki sosok perempuan era modern yang tanggung dan dikenal di dunia media penyiaran. Adalah Hajar Sa'deddin, perempuan pertama yang menduduki posisi sebagai Kepala Radio Quran di Mesir.
Hajar, yang menjabat di posisi itu selama tujuh bulan, adalah lulusan
Universitas Islam Al Azhar. Ia diangkat sebagai Kepala Radio Quran Mesir pada 1997 setelah Abdul Samad al-Dasoughi pensiun sebagai direktur radio.
Baca juga: Hari Perempuan Internasional: Rahasia Kesuksesan Wanita Turkiye di BelgiaSebelum menjabat sebagai Kepala Radio Quran, Hajar memproduksi program bertajuk Agama dan Kehidupan, yang menampilkan interpretasi ayat-ayat Al-Qur'an dari sudut pandang agama dan
sains.
Melansir Iqna.ir, Kamis (9/3/2023), Hajar juga menjabat sebagai wakil kepala stasiun radio. Program tersebut ditayangkan di Radio Quran di
bulan suci Ramadhan dan menarik banyak pendengar.
Hajar mengatakan dia bukan wanita pertama yang bekerja sebagai presenter di Radio Quran. Sebelum dia, Fatima Taher adalah seorang presenter radio di stasiun radio pada 1979. Sebelumnya, tambahnya, ada larangan penyiaran suara perempuan di Radio Quran.
Baca juga: Hari Perempuan Sedunia, Islam Sangat Memuliakan Wanita"Tetapi saat ini, ada banyak perempuan yang bekerja di radio dalam berbagai kapasitas," katanya.
Merujuk pada sejarahnya, Radio Quran berdiri pada Maret 1964 atas perintah presiden Mesir saat itu Gamal Abdel Nasser.
Bacaan Al-Qur'an pertama yang disiarkan di radio telah dikumpulkan oleh Syekh al-Husari. Ia menambahkan master seperti Abdul Basit Abdul Samad dan Mahmoud Ali al Bana kemudian melanjutkan jalannya.
Kemudian, pada tahun 1996, Hajar dinobatkan sebagai duta perdamaian PBB atas perannya dalam mengangkat posisi perempuan di dunia Arab.
Baca juga: Bolehkah Perempuan Ikut Salat Jumat di Masjid?(est)