Kangen Zainuddin MZ: Jabatan Tanpa Iman, Firaun-Firaun Baru Muncul
Ahmad zuhdi
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 14:05 WIB
Ilustrasi Firaun, Raja Mesir yang keangkuhannya lantaran mengaku tuhan dan akhirnya Allah tenggelamkannya di Laut Merah beserta pasukannya. Foto: Langit7.id/iStock
Banyak perubahan-perubahan yang dirasakan masyarakat baik di bidang politik, sosial, hingga ekonomi. Almarhum Kiai Haji (KH) Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya mengatakan, perubahan-perubahantersebut sejalan dengan Surat Ali Imran bahwa setiap kekuasaan dan keadaan akan dipergilirkan di antara manusia.
"Jadi, pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, soal ekonomi, lapangan tenaga kerja, dan sebagainya kita serahkan kepada pemimpin yang ahlinya. Tugas kita di zaman sekarang adalah menjaga akidah, meluruskan akidah, dan memantapkan akidah, jangan sampai mbah dukun yang naik ke permukaan," kata Zianuddin MZ dalma sebuah ceramahnya yang mahsyur.
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Makhluk Selalu Siap Taat kepada Allah
Islam dan para rasul yang diutus, kata dia, misi yang pertama membebaskan ummat manusia dari kemusyrikan. Sebagaimana Rasulullah 13 tahun di Makkah menanamkan tauhid dan akidah yang benar dengan seluruh konsekuensinya. Semua persoalan dan segala urusan hendaknya dikembalikan kepada Allah SWT.
"Kalau konsekuen dengan prinsip ini, mbah dukun nggak akan dapat tempat. Saudara kalau sandaran di tiang, tiangnya ambruk, saudara juga akan ambruk, tapi kalau kita bersandar kepada Allah, Allah tidak akan pernah terpuruk, tidak akan pernah kurang kekuasaannya," ucapnya.
"Jadi, persoalan apapun yang kita alami, Allah-lah tempat kita bersandar. Selama ini kita iman dalam ucapan tapi sekuler dalam perbuatan, di masjid (kita beranggapan) ada Allah, di kantor tidak ada, maka korupsi merajalela," ungkapnya.
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan Ummat
"Jadi, pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, soal ekonomi, lapangan tenaga kerja, dan sebagainya kita serahkan kepada pemimpin yang ahlinya. Tugas kita di zaman sekarang adalah menjaga akidah, meluruskan akidah, dan memantapkan akidah, jangan sampai mbah dukun yang naik ke permukaan," kata Zianuddin MZ dalma sebuah ceramahnya yang mahsyur.
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Makhluk Selalu Siap Taat kepada Allah
Islam dan para rasul yang diutus, kata dia, misi yang pertama membebaskan ummat manusia dari kemusyrikan. Sebagaimana Rasulullah 13 tahun di Makkah menanamkan tauhid dan akidah yang benar dengan seluruh konsekuensinya. Semua persoalan dan segala urusan hendaknya dikembalikan kepada Allah SWT.
"Kalau konsekuen dengan prinsip ini, mbah dukun nggak akan dapat tempat. Saudara kalau sandaran di tiang, tiangnya ambruk, saudara juga akan ambruk, tapi kalau kita bersandar kepada Allah, Allah tidak akan pernah terpuruk, tidak akan pernah kurang kekuasaannya," ucapnya.
"Jadi, persoalan apapun yang kita alami, Allah-lah tempat kita bersandar. Selama ini kita iman dalam ucapan tapi sekuler dalam perbuatan, di masjid (kita beranggapan) ada Allah, di kantor tidak ada, maka korupsi merajalela," ungkapnya.
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan Ummat