Selandia Baru Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul
Muhajirin
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 10:05 WIB
Ilustrasi bom bunuh diri. Foto: Langit7.id/iStock
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengutuk serangan keji di Bandara Internasional Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). Sebanyak 12 tentara Amerika Serikat dan warga sipil tewas mengenaskan.
Ardern juga mengatakan penerbangan terakhir Selandia Baru yang membawa para pengungsi sudah berangkat sebelum ledakan di sana terjadi. Kelompok ISIS bersenjata melakukan serangan bom bunuh diri di gerbang yang penuh sesak di Bandara Internasional Hamid Karzai.
Baca Juga:Ancaman Teror, Warga Australia Didesak Tinggalkan Bandara Kabul
Selain menewaskan sejumlah warga sipil dan 12 tentara AS, serangan itu membuat kacau upaya untuk menerbangkan puluhan ribu warga Afghanistan. Padahal mereka bergegas ingin pergi meninggalkan negara tersebut.
"Kami mengutuk keras apa yang merupakan serangan tercela itu terhadap banyak keluarga dan individu tak berdosa yang hanya ingin mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit dan rapuh di Afghanistan," kata Ardern dalam sebuah pernyataan, Jumat (27/8/2021).
Baca Juga:Menlu Retno Marsudi Bertemu Perwakilan Taliban di Qatar
Ardern juga mengatakan penerbangan terakhir Selandia Baru yang membawa para pengungsi sudah berangkat sebelum ledakan di sana terjadi. Kelompok ISIS bersenjata melakukan serangan bom bunuh diri di gerbang yang penuh sesak di Bandara Internasional Hamid Karzai.
Baca Juga:Ancaman Teror, Warga Australia Didesak Tinggalkan Bandara Kabul
Selain menewaskan sejumlah warga sipil dan 12 tentara AS, serangan itu membuat kacau upaya untuk menerbangkan puluhan ribu warga Afghanistan. Padahal mereka bergegas ingin pergi meninggalkan negara tersebut.
"Kami mengutuk keras apa yang merupakan serangan tercela itu terhadap banyak keluarga dan individu tak berdosa yang hanya ingin mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit dan rapuh di Afghanistan," kata Ardern dalam sebuah pernyataan, Jumat (27/8/2021).
Baca Juga:Menlu Retno Marsudi Bertemu Perwakilan Taliban di Qatar