Konsep Rezeki Menurut Islam: Bukan Kepemilikan, tapi Pemberian Allah SWT
Muhajirin
Selasa, 14 Maret 2023 - 04:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Rezeki berasal dari bahasa Arab 'Razaqa', yang berarti pemberian atau anugerah dari Allah SWT. Namun, masih banyak orang salah memahamikonsep rezekidalam Islam.
Pakar Ekonomi Islam, Ustaz Dwi Condro Triono mengatakan, rezeki bukanlah kepemilikan atau tidak sama dengan kepemilikan. Rezeki merupakan anugerah yang harus dipahami sebagai pemberian dari Allah SWT.
Rezeki bisa didapatkan dua jalan, yakni dengan carahalaldan haram. Namun, usaha yang halal mendatangkan rezeki yang halal pula. Sedangkan, usaha yang haram hanya akan mendatangkan rezeki yang haram pula.
Baca Juga:Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Rezeki Penuh Berkah
"Sebab datangnya rezeki itu dari Allah, itu al asbab, sebab yang pasti. Berarti sudah disiapkan oleh Allah di atas, kemudian sebelum turun ke bawah, untuk bisa turun harus bisa ketemu dengan kondisi keadaan yang bisa diupayakan oleh manusia," kata Ustaz Dwi Condro dikutip dari kanal YouTube-nya, Senin (13/3/2023).
Menurut Ustaz Dwi, rezeki yang sudah di tangan manusia bisa disebut sebagai hak milik, baik didapat dengan cara halal maupun haram. Namun, manusia tidak bisa memastikan sepenuhnya besar kecil rezeki yang akan didapatkan.
"Pokoknya kalau sudah di tangan kita itu baru disebut rezeki. Baik itu dengan cara yang halal maupun dengan cara yang haram, pokoknya kalau sudah di tangan kita itu baru," ujar Ustaz Dwi Condro.
Pakar Ekonomi Islam, Ustaz Dwi Condro Triono mengatakan, rezeki bukanlah kepemilikan atau tidak sama dengan kepemilikan. Rezeki merupakan anugerah yang harus dipahami sebagai pemberian dari Allah SWT.
Rezeki bisa didapatkan dua jalan, yakni dengan carahalaldan haram. Namun, usaha yang halal mendatangkan rezeki yang halal pula. Sedangkan, usaha yang haram hanya akan mendatangkan rezeki yang haram pula.
Baca Juga:Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Rezeki Penuh Berkah
"Sebab datangnya rezeki itu dari Allah, itu al asbab, sebab yang pasti. Berarti sudah disiapkan oleh Allah di atas, kemudian sebelum turun ke bawah, untuk bisa turun harus bisa ketemu dengan kondisi keadaan yang bisa diupayakan oleh manusia," kata Ustaz Dwi Condro dikutip dari kanal YouTube-nya, Senin (13/3/2023).
Menurut Ustaz Dwi, rezeki yang sudah di tangan manusia bisa disebut sebagai hak milik, baik didapat dengan cara halal maupun haram. Namun, manusia tidak bisa memastikan sepenuhnya besar kecil rezeki yang akan didapatkan.
"Pokoknya kalau sudah di tangan kita itu baru disebut rezeki. Baik itu dengan cara yang halal maupun dengan cara yang haram, pokoknya kalau sudah di tangan kita itu baru," ujar Ustaz Dwi Condro.