Isis Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Bom di Bandara Kabul
Ajeng ritzki
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 12:31 WIB
Ledakan di dekat Bandara Kabul, Afghanistan Foto: tangkapan layar YouTube/Wall Street Journal
Grup teroris, Isis mengkaim bertanggung jawab atas serangan pertama di bandara Kabul yang merenggut puluhan nyawa.
Para anggota grup menyebarkan foto di jejaring Telegram dari "martir" yang berpose di depan bendera Isis seraya memegang senjata dan mengenakan rompi bom bunuh diri.
Dua serangan pada Kamis terjadi ketika dua pelaku bom bunuh diri sekaligus bersenjata melakukan aksinya terhadap kerumunan warga Afghanistan yang berduyun-dyun menuju bandar Kabul.
Puluhan orang terbunuh, termasuk 11 anggota marinir AS, 1 tenaga medis angkatan laut AS, dan anggota militer lain, demikian pernyataan resmi dua pejabat AS, seperti dilansir laman Independent, Jumat (27/8/2021). Sementara 12 terluka dan mereka mengingatkan korban masih mungkin akan bertambah.
Salah satu pengebom menabrakan diri ke orang-orang yang berdiri di kanal dengan air setinggi lutut di sisi barat bandara
Isis mengklaim penyerang mereka menghampiri dalam jarak lima meter dari tentara Amerika yang sedang memeriksa sejumlah dokumen untuk persyaratan evakuasi meninggalkan Afghanistan, sebelum medetonasi alat peledak.
Seorang pejabat AS sebelum klaim tersebut muncul telah meyakini bahwa serangan itu dilakukan oleh Isis. Grup yang berafiliasi di Afghanistan, dikenal dengan sebutan Isis khorasan atau Isis-K diketahui memiliki pandangan jauh lebih keras daripada Taliban.
Para anggota grup menyebarkan foto di jejaring Telegram dari "martir" yang berpose di depan bendera Isis seraya memegang senjata dan mengenakan rompi bom bunuh diri.
Dua serangan pada Kamis terjadi ketika dua pelaku bom bunuh diri sekaligus bersenjata melakukan aksinya terhadap kerumunan warga Afghanistan yang berduyun-dyun menuju bandar Kabul.
Puluhan orang terbunuh, termasuk 11 anggota marinir AS, 1 tenaga medis angkatan laut AS, dan anggota militer lain, demikian pernyataan resmi dua pejabat AS, seperti dilansir laman Independent, Jumat (27/8/2021). Sementara 12 terluka dan mereka mengingatkan korban masih mungkin akan bertambah.
Salah satu pengebom menabrakan diri ke orang-orang yang berdiri di kanal dengan air setinggi lutut di sisi barat bandara
Isis mengklaim penyerang mereka menghampiri dalam jarak lima meter dari tentara Amerika yang sedang memeriksa sejumlah dokumen untuk persyaratan evakuasi meninggalkan Afghanistan, sebelum medetonasi alat peledak.
Seorang pejabat AS sebelum klaim tersebut muncul telah meyakini bahwa serangan itu dilakukan oleh Isis. Grup yang berafiliasi di Afghanistan, dikenal dengan sebutan Isis khorasan atau Isis-K diketahui memiliki pandangan jauh lebih keras daripada Taliban.