LANGIT7.ID, Jakarta - Grup teroris, Isis mengkaim bertanggung jawab atas serangan pertama di bandara Kabul yang merenggut puluhan nyawa.
Para anggota grup menyebarkan foto di jejaring Telegram dari "martir" yang berpose di depan bendera Isis seraya memegang senjata dan mengenakan rompi bom bunuh diri.
Dua serangan pada Kamis terjadi ketika dua pelaku bom bunuh diri sekaligus bersenjata melakukan aksinya terhadap kerumunan warga Afghanistan yang berduyun-dyun menuju bandar Kabul.
Puluhan orang terbunuh, termasuk 11 anggota marinir AS, 1 tenaga medis angkatan laut AS, dan anggota militer lain, demikian pernyataan resmi dua pejabat AS, seperti dilansir laman
Independent, Jumat (27/8/2021). Sementara 12 terluka dan mereka mengingatkan korban masih mungkin akan bertambah.
Salah satu pengebom menabrakan diri ke orang-orang yang berdiri di kanal dengan air setinggi lutut di sisi barat bandara
Isis mengklaim penyerang mereka menghampiri dalam jarak lima meter dari tentara Amerika yang sedang memeriksa sejumlah dokumen untuk persyaratan evakuasi meninggalkan Afghanistan, sebelum medetonasi alat peledak.
Seorang pejabat AS sebelum klaim tersebut muncul telah meyakini bahwa serangan itu dilakukan oleh Isis. Grup yang berafiliasi di Afghanistan, dikenal dengan sebutan Isis khorasan atau Isis-K diketahui memiliki pandangan jauh lebih keras daripada Taliban.
Sejumlah petinggi Barat telah mengingatkan serangan serius dan mendesak orang-orang segera meninggalkan bandara. Peringatan itu tak digubris warga Afghanistan yang putus asa berupaya keluar dari negaranya dalam hari-hari terakhir evakuasi yang dipimpin AS sebelum berakhir pada 31 Agustus nanti.
Jenderal AS yang mengawasi evakuasi dari Afghanistan menyatakan AS akan 'mengejar' pelaku penyerangan jika mereka bisa ditemukan.
"Kami memprediksi serangan ini akan berlanjut," ujar Jenderal Frank McKenzie. Ia menambahkan pihaknya juga telah meminta para komandan Taliban untuk menerapkan pengamanan tambahan demi mencegah serangan bom bunuh diri di area bandara.
Frank menyatakan ia tidak melihat ada indikasi bahwa Taliban yang menginstruksikan serangan tersebut.
(arp)