Benarkah Remaja Biang Masalah?
Muhajirin
Ahad, 19 Maret 2023 - 21:00 WIB
Ilustrasi kehidupan remaja (Foto: Istimewa)
Pengasuh Parenting Fatherman, Ustaz Bendri Jaisyurrahman, menilai masalah remaja saat ini begitu mudah diuraikan. Hal itu tidak bisa dipungkiri, sebab realitasnya memang begitu, banyak orang tua geram dengan perilaku anak remaja zaman now.
Akan tetapi, memandang remaja sebatas biang masalah tanpa menyadari banyak juga remaja berprestasi mengagumkan, akan memberikan pengaruh bagi jiwa. Aura negatif dan labeling disertai kecemasan lebih mendominasi sebagian besar orang tua dalam mengasuh mereka.
“Alhasil, begitu berhadapan dengan remaja berbagai prasangka muncul: ‘Jangan-jangan kamu udah nonton film porno ya?’, ‘Jangan-jangan dia sudah mulai pacaran’, ‘Sepertinya dia udah mulai ngelawan deh, ngikutin temen-temennya’,” kata Ustadz Bendri melalui akun media sosialnya, Sabtu (18/3/2023).
Baca Juga:Gaya Hesti Purwadinata Tetap Cantik Pakai Kebaya 100 Ribuan
Banyak pula prasang lain yang menjadikan wajah orang tua saat berhadapan dengan remaja lebih sering sebagai investigator ketimbang sahabat. Anak remaja seolah-olah berada di ruang KPK dan mereka ditempatkan sebagai tersangka yang sedang dipaksa mengakui kesalahan.
“Di mata remaja, yang tampak dari orang tua bukanlah wajah kehangatan pembuat hati nyaman, tetapi wajah penuh terror bak debt collector nagih utang. Ujung-ujungnya remaja makin menjauh dan hubungan makin runyam,” ucap Ustaz Bendri.
Dari situ orang tua makin gusar. Rasanya sudah jadi orang tua yang baik dan memenuhi kemauan anak di saat remaja, tetapi, anak remaja malah menjauh bahkan tertutup dan enggan untuk berbicara.
Akan tetapi, memandang remaja sebatas biang masalah tanpa menyadari banyak juga remaja berprestasi mengagumkan, akan memberikan pengaruh bagi jiwa. Aura negatif dan labeling disertai kecemasan lebih mendominasi sebagian besar orang tua dalam mengasuh mereka.
“Alhasil, begitu berhadapan dengan remaja berbagai prasangka muncul: ‘Jangan-jangan kamu udah nonton film porno ya?’, ‘Jangan-jangan dia sudah mulai pacaran’, ‘Sepertinya dia udah mulai ngelawan deh, ngikutin temen-temennya’,” kata Ustadz Bendri melalui akun media sosialnya, Sabtu (18/3/2023).
Baca Juga:Gaya Hesti Purwadinata Tetap Cantik Pakai Kebaya 100 Ribuan
Banyak pula prasang lain yang menjadikan wajah orang tua saat berhadapan dengan remaja lebih sering sebagai investigator ketimbang sahabat. Anak remaja seolah-olah berada di ruang KPK dan mereka ditempatkan sebagai tersangka yang sedang dipaksa mengakui kesalahan.
“Di mata remaja, yang tampak dari orang tua bukanlah wajah kehangatan pembuat hati nyaman, tetapi wajah penuh terror bak debt collector nagih utang. Ujung-ujungnya remaja makin menjauh dan hubungan makin runyam,” ucap Ustaz Bendri.
Dari situ orang tua makin gusar. Rasanya sudah jadi orang tua yang baik dan memenuhi kemauan anak di saat remaja, tetapi, anak remaja malah menjauh bahkan tertutup dan enggan untuk berbicara.