Menjadi Manusia Bebas dengan Mengendalikan Hawa Nafsu
Muhajirin
Ahad, 19 Maret 2023 - 20:20 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Budi Jaya Putra, mengungkapkan kesalahpahaman sebagian masyarakat terkait hawa nafsu. Nafsu seringkali dipahami sebagai sesuatu yang negatif.
Mengutip pandangan Ibnu Rajab, jika ‘al hawa’ digunakan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah menyelisihi kebenaran. Sebagaimana firman Allah, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” (QS. Shad: 26)
Berdasarkan hal tersebut, hawa nafsu berarti mengikuti semua keinginan diri sendiri dengan berbagai cara. Hal itu akan menyesatkan seorang hamba dari jalan Allah.
Baca Juga:4 Februari, Hari Internasional Persaudaraan Manusia
“Jika manusia memiliki rasa ingin, misalnya ingin memiliki suatu benda, kalau itu dituruti hingga menghalalkan secara cara, maka hawa nafsu ini akan menyesatkan manusia,” ujar Budi dalam kajian yang diselenggarakan Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dikutip Jumat (16/3/2023).
Kendati demikian, nafsu sebenarnya bisa berbuah positif, jika seorang hamba mampu mengendalikannya dengan mengikuti sunah Rasulullah SAW.
Dalam hadits Arbain yang ke-41 disebutkan, “Dari Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak beriman seorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa’.”
Mengutip pandangan Ibnu Rajab, jika ‘al hawa’ digunakan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah menyelisihi kebenaran. Sebagaimana firman Allah, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” (QS. Shad: 26)
Berdasarkan hal tersebut, hawa nafsu berarti mengikuti semua keinginan diri sendiri dengan berbagai cara. Hal itu akan menyesatkan seorang hamba dari jalan Allah.
Baca Juga:4 Februari, Hari Internasional Persaudaraan Manusia
“Jika manusia memiliki rasa ingin, misalnya ingin memiliki suatu benda, kalau itu dituruti hingga menghalalkan secara cara, maka hawa nafsu ini akan menyesatkan manusia,” ujar Budi dalam kajian yang diselenggarakan Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dikutip Jumat (16/3/2023).
Kendati demikian, nafsu sebenarnya bisa berbuah positif, jika seorang hamba mampu mengendalikannya dengan mengikuti sunah Rasulullah SAW.
Dalam hadits Arbain yang ke-41 disebutkan, “Dari Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak beriman seorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa’.”