Indonesia Dorong Pemajuan Hak Perempuan di Negara Anggota OKI
Muhajirin
Senin, 20 Maret 2023 - 16:40 WIB
Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Tri Tharyat (Dok Kemlu)
Indonesia mendorong Organisasi Konferensi Islam (OKI) agar menjadi organisasi yang bersatu, adaptif, dan bermanfaat bagi Umat dan dunia, termasuk yang utama dalam memajukan hak-hak perempuan.
Pernyataan nasional Indonesia tersebut disampaikan Direktur Kerja Sama Multilateral Duta Besar Tri Tharyat, mewakili Menlu RI, dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-49 OKI di Nouakchott, Mauritania, pada 16-17 Maret 2023.
Terdapat empat pesan utama yang disampaikan Indonesia dalam pertemuan tersebut. Pertama mengenai hak-hak perempuan. Islam sangat mengormati dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan. Kontribusi perempuan dalam dunia Islam juga sangat nyata, sehingga Indonesia mendorong agar OKI menjadikan isu hak-hak perempuan sebagai salah satu agenda yang menjadi perhatian utama.
Baca Juga:Gus Yaqut Minta Dirjen PHU Perbanyak Petugas Haji Wanita
“OKI harus berada di garda terdepan dalam mendorong pemajuan hak-hak perempuan dalam Islam," ujar Dirjen Tri Tharyat.
Kedua, OKI harus memainkan peran yang lebih besar dalam mengatasi situasi di Afghanistan. Indonesia mendorong agar OKI mendesak Pemerintah Taliban untuk membatalkan kebijakan yang membatasi hak-hak perempuan, termasuk dalam bidang pendidikan. Indonesia juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kunjungan ulama negara-negara anggota OKI ke Afghanistan.
Komitmen Indonesia dalam mendorong pemajuan hak-hak perempuan di Afghanistan sangat jelas. Pada bulan Desember 2022, Indonesia bersama Qatar menyelenggarakan Konferensi Internasional mengenai Pendidikan bagi Perempuan Afghanistan yang berhasil mengumpulkan komitmen bantuan internasional untuk sektor pendidikan dan kesehatan di Afghanistan.
Pernyataan nasional Indonesia tersebut disampaikan Direktur Kerja Sama Multilateral Duta Besar Tri Tharyat, mewakili Menlu RI, dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-49 OKI di Nouakchott, Mauritania, pada 16-17 Maret 2023.
Terdapat empat pesan utama yang disampaikan Indonesia dalam pertemuan tersebut. Pertama mengenai hak-hak perempuan. Islam sangat mengormati dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan. Kontribusi perempuan dalam dunia Islam juga sangat nyata, sehingga Indonesia mendorong agar OKI menjadikan isu hak-hak perempuan sebagai salah satu agenda yang menjadi perhatian utama.
Baca Juga:Gus Yaqut Minta Dirjen PHU Perbanyak Petugas Haji Wanita
“OKI harus berada di garda terdepan dalam mendorong pemajuan hak-hak perempuan dalam Islam," ujar Dirjen Tri Tharyat.
Kedua, OKI harus memainkan peran yang lebih besar dalam mengatasi situasi di Afghanistan. Indonesia mendorong agar OKI mendesak Pemerintah Taliban untuk membatalkan kebijakan yang membatasi hak-hak perempuan, termasuk dalam bidang pendidikan. Indonesia juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kunjungan ulama negara-negara anggota OKI ke Afghanistan.
Komitmen Indonesia dalam mendorong pemajuan hak-hak perempuan di Afghanistan sangat jelas. Pada bulan Desember 2022, Indonesia bersama Qatar menyelenggarakan Konferensi Internasional mengenai Pendidikan bagi Perempuan Afghanistan yang berhasil mengumpulkan komitmen bantuan internasional untuk sektor pendidikan dan kesehatan di Afghanistan.