LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag)
Yaqut Cholil Qoumas meminta Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Hilman Latief beserta jajarannya untuk memperbanyak kuota petugas haji perempuan. Hal tersebut disampaikan Menag Yaqut dalam rapat persiapan penyelenggaraan ibadah haji pascapenetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023.
"Saya minta petugas perempuan diperbanyak, karena jemaah perempuan itu sebenarnya jumlahnya lebih banyak daripada jumlah jemaah laki-laki. Sekali lagi diperbanyak petugas perempuan, khususnya pembimbing ibadah," kata Menag Yaqut dikutip dari laman Kemenag, Senin (20/2/2023).
Menurut Gus Yaqut, sapaan akrabnya, pembimbing ibadah harus lebih banyak dari khalangan
perempuan ketimbang laki-laki.
Baca Juga: Dirjen PHU: Petugas Haji Wajib Miliki Sikap Ramah Lansia"Sekali lagi, prinsipnya adalah memberikan perhatian selain kepada lansia, perempuan harus diberikan perhatian lebih dari laki-laki," ujar Menag.
Selain itu, Menag juga mengimbau para
petugas haji harus benar-benar dipastikan siap bekerja melayani jemaah melalui proses seleksi. "Itu harus dites betul. Beneran di pilih," tambah Menag.
Seperti diketahui, Kemenag terus mempersiapkan diri menyambut musim haji 2023. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menyiapkan petugas haji, khususnya untuk melayani jemaah lansia.
Berdasarkan MoU antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi,
kuota haji Indonesia tahun 2023 ditetapkan sebesar 221.000 orang. Dari angka tersebut, tercatat ada 62.879 jemaah haji yang usianya di atas 65 tahun dengan rincian 51.778 jemaah berusia 65-75 tahun, 8.760 jemaah berumur 76-85 tahun; dan 2.074 lainnya berumur 86-95.
Baca Juga:
Kemenag Siapkan Petugas Haji Khusus Layanan Jamaah Lansia
Jelang Musim Haji, Kemenag Siapkan Petugas Pendamping Lansia(gar)