LANGIT7.ID-Jakarta; Sebanyak 360 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah dan Bandara resmi diberangkatkan menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada Jumat (17/4). Keberangkatan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, diiringi arahan langsung dari Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dalam arahannya, Dahnil menegaskan bahwa tugas para petugas haji bukan semata pekerjaan teknis. Menurutnya, misi yang diemban PPIH memiliki dimensi spiritual yang harus diresapi sejak sebelum keberangkatan.
"Niatkan pelepasan ini bahwa kita semua sedang menunaikan ibadah melalui peran sebagai petugas haji yang melayani jamaah agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan baik. Ini adalah misi suci, bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk keluarga, agama, dan bangsa," tegas dia dalam keterangannya, dikutip Senin (20/4/2026).
Dahnil mengingatkan bahwa kesiapan mental menjadi faktor krusial, bukan hanya kesiapan fisik. Kemampuan mengelola emosi di lapangan dinilainya menentukan kualitas pelayanan kepada jamaah.
"Kita siap menyukseskan Haji 2026. Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap," ujarnya.
Data Pusdatin Kementerian Haji per 15 April 2026 mencatat profil jamaah haji Indonesia yang sangat beragam. Dari sisi pekerjaan, kelompok terbesar adalah ibu rumah tangga sebanyak 52.717 orang, disusul pegawai swasta (46.462), PNS (40.143), dan petani (24.126). Mayoritas jamaah berpendidikan SD (55.217), SMA/SMK (52.796), dan Sarjana/S1 (51.968). Dari sisi usia, kelompok 41–64 tahun mendominasi, sementara jamaah lansia di atas 65 tahun tercatat lebih dari 40 ribu orang.
Keragaman profil inilah yang mendasari penekanan Dahnil soal pelayanan yang adaptif dan merata.
"Profil jamaah kita beragam. Karena itu, mari tunaikan layanan semaksimal mungkin kepada seluruh jamaah, tanpa membedakan latar belakang. Pastikan pelayanan kita sukses, sehingga penyelenggaraan haji tahun ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia, dan kita menjadi bagian di dalamnya," katanya.
Ia juga menekankan besarnya ekspektasi publik yang diemban para petugas. Jamaah yang berangkat dinilainya sebagai mereka yang telah melalui perjuangan panjang untuk memenuhi syarat istithaah.
"Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jamaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istithaah, yang berjuang dan berani mengupayakan diri agar bisa berhaji. Semangat spiritual jamaah Indonesia sangat luar biasa, dan itu adalah amanah yang harus kita jaga," lanjutnya.
Di penghujung acara, Dahnil menyampaikan apresiasi atas kesediaan seluruh petugas mengemban amanah tersebut.
"Terima kasih atas dharma bhakti saudara-saudara semua. Semoga Allah meridhai setiap langkah pengabdian kita," kata dia.
(lam)