Murid Berdiri Sambut Kedatangan Gurunya, Termasuk Adab?
Muhajirin
Kamis, 23 Maret 2023 - 05:00 WIB
Ilustrasi murid dan guru (Foto: Istimewa)
Murid dan guru memiliki hubungan yang erat dalam proses pembelajaran. Hubungan ini didasarkan pada adab dan cinta yang tulus. Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia, ada suatu tradisi di mana murid berdiri untuk menyambut kedatangan guru.
Namun, belakangan ini, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai apakah murid boleh berdiri menyambut kedatangan guru? Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:
من احب أن لله الرجال قياما فليتبوأ عناده من النار
“Barangsiapa yang menyukai seseorang untuk membelanya, maka sediakanlah tempat duduk untuknya di neraka”. (HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad: 977 dan Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; disahkan oleh Syekh Al-Albani dalam Silsilah Shohihah I/627)
Baca Juga:Legislator: Guru Harus Dapat Perlindungan Hukum saat Bertugas
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, konteks hadits tersebut tidak sepenuhnya benar-benar melarang murid untuk berdiri menyambut gurunya.
“Kalau ada orang berdiri karena menghormati gurunya, dia yang menghendaki berdiri, bukan gurunya yang minta berdiri, tapi itu adalah sah-sah saja,” ujar Buya Yahya saat menjawab pertanyaan jamaah dalam kajiannya, Rabu (22/3/2023).
Namun, belakangan ini, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai apakah murid boleh berdiri menyambut kedatangan guru? Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:
من احب أن لله الرجال قياما فليتبوأ عناده من النار
“Barangsiapa yang menyukai seseorang untuk membelanya, maka sediakanlah tempat duduk untuknya di neraka”. (HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad: 977 dan Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; disahkan oleh Syekh Al-Albani dalam Silsilah Shohihah I/627)
Baca Juga:Legislator: Guru Harus Dapat Perlindungan Hukum saat Bertugas
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, konteks hadits tersebut tidak sepenuhnya benar-benar melarang murid untuk berdiri menyambut gurunya.
“Kalau ada orang berdiri karena menghormati gurunya, dia yang menghendaki berdiri, bukan gurunya yang minta berdiri, tapi itu adalah sah-sah saja,” ujar Buya Yahya saat menjawab pertanyaan jamaah dalam kajiannya, Rabu (22/3/2023).