Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Murid Berdiri Sambut Kedatangan Gurunya, Termasuk Adab?

Muhajirin Kamis, 23 Maret 2023 - 05:00 WIB
Murid Berdiri Sambut Kedatangan Gurunya, Termasuk Adab?
Ilustrasi murid dan guru (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Murid dan guru memiliki hubungan yang erat dalam proses pembelajaran. Hubungan ini didasarkan pada adab dan cinta yang tulus. Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia, ada suatu tradisi di mana murid berdiri untuk menyambut kedatangan guru.

Namun, belakangan ini, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai apakah murid boleh berdiri menyambut kedatangan guru? Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

من احب أن لله الرجال قياما فليتبوأ عناده من النار

“Barangsiapa yang menyukai seseorang untuk membelanya, maka sediakanlah tempat duduk untuknya di neraka”. (HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad: 977 dan Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; disahkan oleh Syekh Al-Albani dalam Silsilah Shohihah I/627)

Baca Juga: Legislator: Guru Harus Dapat Perlindungan Hukum saat Bertugas

Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, konteks hadits tersebut tidak sepenuhnya benar-benar melarang murid untuk berdiri menyambut gurunya.

“Kalau ada orang berdiri karena menghormati gurunya, dia yang menghendaki berdiri, bukan gurunya yang minta berdiri, tapi itu adalah sah-sah saja,” ujar Buya Yahya saat menjawab pertanyaan jamaah dalam kajiannya, Rabu (22/3/2023).

Hadits tersebut hanya melarang orang yang senang dihormati dan dimuliakan. Artinya, jika murid berdiri menyambut gurunya hanya untuk menghormati dan mencintai gurunya, maka tindakan tersebut dianjurkan dan bukan haram.

Baca Juga: Perundungan Makin Marak, Begini Cara Mengatasinya di Lingkungan Sekolah

“Yang tidak boleh adalah orang merasa terus pengen disanjung-sanjung, sampai di-setting orang untuk menghormati dia, memuliakan dia, senang disanjung-sanjung, dipuji-puji, kesombongan tempatnya di neraka,” tutur Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan, jika guru meminta murid untuk berdiri menyambutnya, maka hal tersebut juga tidak dilarang. Namun, jika murid hanya berdiri menyambut gurunya karena merasa terpaksa atau ingin menunjukkan kesombongan, maka hal tersebut tidak dianjurkan.

Ketika seseorang dihormati, ia tidak boleh merasa sombong dan meminta orang lain untuk menghormatinya. Hal ini sejalan dengan nasehat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, "Janganlah kalian meminta orang untuk menghormati kalian."

Baca Juga: Pakar Pendidikan Islam: Pendidikan Adab Harus Dimulai dari Guru

“Ini senang, menikmati disanjung. Bukankah itu penyakit hati sombong juga,” tutur Buya Yahya.

Namun, jika seorang murid berdiri menyambut gurunya karena ingin menghormati dan mencintai gurunya, maka hal tersebut adalah tindakan yang dianjurkan dalam Islam. Buya Yahya juga mengingatkan agar tidak mudah memvonis seseorang hanya karena tindakan tersebut, melainkan harus memahami makna dan niat di balik tindakan tersebut.

Dalam hal ini, Buya Yahya menekankan pentingnya memahami adab dan cinta murid kepada guru. Adab dan cinta tersebut harus ditunjukkan dengan cara yang baik dan benar dan bukan dengan cara yang sombong atau meminta orang lain untuk menghormatinya.

Baca Juga: Solusi Islam Mengatasi Guru Arogan: Kedepankan Tata Krama

Dalam menghormati dan mencintai guru, seorang murid juga harus selalu menghargai ilmu dan pengajaran yang diberikan oleh gurunya dan tidak boleh meremehkan ilmu yang diberikan oleh guru karena ilmu tersebut adalah hal yang sangat berharga dan penting bagi kehidupan.

“Maksud kami, jangan biasakan dengan mengangkat hal-hal yang begitu lalu ribut, akhirnya di kampung enggak boleh berdiri, bukan serem begitu, padahal pemahamannya enggak begitu. Ternyata pemahaman dengan benar lebih indah daripada setengah-setengah paham,” ungkap Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)