Umat Islam diajarkan untuk senantiasa menuntut ilmu sepanjang hayat. Islam memandang ilmu sebagai sesuatu yang sangat penting dan diutamakan karena ilmu adalah kunci kesuksesan
Murid dan guru memiliki hubungan yang erat dalam proses pembelajaran. Hubungan ini didasarkan pada adab dan cinta yang tulus. Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia, ada suatu tradisi di mana murid berdiri untuk menyambut kedatangan guru.
Dalam dunia yang serba maju dan memacu prestasi, banyak orang melupakan keberkahan ilmu. Padahal, dalam sudut pandang Islam, mencari ilmu bukan sekadar prestasi, tetapi juga memiliki keberkahan.
Ada cara terbaik yang bisa diterapkan pelajar agar bisa mendapatkan ilmu bermanfaat. Jangan berharap ada kemudahan belajar tanpa memulai dengan berdoa.
Aktivitas belajar mengajar merupakan suatu hal positif yang mesti diawali dengan doa. Sebab Allah SWT lah yang berhak memberikan ilmu kepada seseorang.
Ada 6 tips untuk meningkatkan metode pembelajaran agar lebih efektif. Tips ini sangat penting bagi pelajar agar bisa produktif mendapatkan ilmu pengetahuan.
Sebenarnya, belajar tidak mengenal batasan usia. Belajar juga tidak hanya dilakukan di bangku sekolah maupun di kuliah, di lingkungan kerja pun kita juga harus belajar agar mencapai hasil yang memuaskan untuk perusahaan.
Salah satu rambu penting dalam menuntut ilmu adalah soal niat. Ustadz Budi Ashari, menegaskan, niat mencari dunia merupakan perusak utama ilmu. Niat mencari ilmu harus benar-benar karena Allah Ta'ala, tidak boleh dicampur-aduk dengan yang lain.
Buya Yahya berrcerita, suatu ketika ada orang bertanya kepada Imam Syafii perihal perihal kaitan pelajaran akhlak dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ajaran Islam, niat menjadi amalan penentu bagi seorang pelajar. Niat yang lurus hanya karena Allah akan mengantarkan seorang pelajar meraih keberkahan.
Menuntut Ilmu itu mengharapkan ridha Allah. Seseorang harus ikhlas hanya kepada Allah, dan jangan menuntut dunia, jangan mengharap dipandang sebagai ulama.
Jika ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat, maka harus ada mahabbah (cinta) yang terwujud dalam bentuk adab kepada seorang guru. Buya Yahya menyebut 3 tanda mahabbah seorang murid kepada guru.