Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Biar Belajar Makin Berkah, Perhatikan Adab Menuntut Ilmu

Muhajirin Rabu, 03 Mei 2023 - 05:00 WIB
Biar Belajar Makin Berkah, Perhatikan Adab Menuntut Ilmu
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Umat Islam diajarkan untuk senantiasa menuntut ilmu sepanjang hayat. Islam memandang ilmu sebagai sesuatu yang sangat penting dan diutamakan karena ilmu adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat.

Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara menuntut ilmu dengan adab yang baik. Menurut Pimpinan AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), di antara adab menuntut ilmu dalam Islam adalah ikhlas menuntut ilmu karena Allah Ta’ala.

Seorang muslim harus mengedepankan niat yang tulus karena ilmu yang diperoleh semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Abu Daud, Hakim dan Ibnu Hibban:

“Barangsiapa yang mempelajari ilmu dari ilmu-ilmu yang (semestinya) dipelajari hanya karena wajah Allah, namun ia mempelajarinya untuk mendapatkan tujuan keduniaan, maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat (kelak)”.

Baca juga:Cara Menjadi Selebriti di Langit, Didoakan Para Malaikat

Selain itu, UBN juga menekankan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Dengan ketakwaan, seorang hamba akan mendapatkan ilmu dari Allah SWT dan Allah akan memudahkan segala urusannya.

Seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 282, “Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. Sedangkan dalam surat Ath-Thalaq ayat 4, Allah berfirman, “Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”

Ulama juga memiliki peran penting dalam menuntut ilmu. UBN menyarankan untuk memilih ulama yang dipercayai kedalaman ilmunya dan kemuliaan akhlaknya agar tidak tersesat dalam mencari ilmu. Sebab, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Sirrin (seorang tabi'in), “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu.”

Hal itu karena hanya ulama yang betul-betul berilmu lah yang takut kepada Allah Ta'ala, sebagaimana yang ditegaskan dalam surat Fathir ayat 28, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Setsungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

UBN menekankan pentingnya bersabar dalam menuntut ilmu. Ilmu adalah suatu hal yang agung dan sesuatu yang agung tidak akan dapat dicapai kecuali melalui jembatan kesusahan dan kepayahan. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Yusuf, “Tidak ada seorangpun yang akan mencapai ilmu yang luas kecuali melalui jalan yang susah dan payah”.

“Bersabar dalam menuntut ilmu, karena ilmu adalah suatu hal yang agung, dan sesuatu yang agung tidak akan dapat dicapai kecuali melalui jembatan kesusahan dan kepayahan,” kata UBN dalam kajiannya.

Tak hanya itu, penuntut ilmu ditekankan untuk mengamalkan apa yang telah dipelajar. Itu karena tujuan menuntun ilmu adalah agar bisa beribadah kepada Allah berdasarkan ilmu. Barangsiapa yang belajar tapi tidak mengamalkan apa yang dipelajari, makai ia sama seperti umat Yahudi.

“Umat Yahudi telah diajarkan Taurat kepada mereka, namun mereka tidak mengamalkan isinya,” ujar UBN.

Penuntut ilmu juga ditekankan untuk memperhatikan adab kepada gurunya. Menurut UBN, setidaknya ada 10 adab yang harus diperhatikan oleh penuntut ilmu terhadap guru:

1. Selalu menghormati dan memuliakan guru. diriwayatkan bahwa meskipun dengan kedudukan dan kemuliaan Ibnu Abbas dalam Islam, tetapi ia tetap mau
mengambil dan menuntut tali tunggangan Zaid bin Tsabit, dan mengatakan, “Seperti inilah kita diperintahkan untuk memperlakukan ulama kita”.

“Imam Syafi’i mengatakan bahwa ia berusaha membolak-bolik kertas secara pelan-pelan di depan gurunya Imam Malik agar jangan sampai terdengar
olehnya demi untuk menghormatinya,” ungkap UBN.
2. Mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan guru
3. Mengajukan Pertanyaan kepada guru dengan penuh adab
4. Tidak menyalahkan guru di depan orang banyak dengan cara yang tidak sopan
5. Tidak memanggil guru dengan langsung nama, tapi sebaiknya Pakai syaikh, ustadz atau kiyai
6. Mengetahui hak guru dan tidak melupakan kebaikannya
7. Selalu mendoakan kebaikan untuk guru
8. Tidak mencari-cari kesalahan guru, dan jika guru berliku salah, maka kita berusaha dapat memahaminya karena memang tidak ada manusia yang tidak
berbuat salah
9. Tidak menyebarkan rahasia guru
10. Tidak berlebiha-lebihan terhadap guru. meskipun kita diperintahkan untuk memuliakan dan menghormati guru, namun hal itu tidak boleh Melewati batas
yang dibolehkan dalam Islam, seperti sifat mengultuskan dan menganggap guru sebagai orang yang selalu benar, tidak pernah salah.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)