Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Imam Syafi'i Belajar Akhlak, Sekali Dengar Langsung Dipraktikkan

Muhajirin Sabtu, 05 Maret 2022 - 13:58 WIB
Cara Imam Syafi'i Belajar Akhlak, Sekali Dengar Langsung Dipraktikkan
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam hal menuntut ilmu, Imam Syafi’i merupakan salah satu ulama yang patut menjadi teladan. Selain kecerdasan, ia dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu.

Pengasuh Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, bercerita, suatu ketika ada orang yang bertanya kepada Imam Syafi’i perihal perihal kaitan pelajaran akhlak dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana kesenanganmu kepada adab dan tata krama?” tanya orang itu kepada Imam Syafi’i. “Aku mendengar sekelumit adab, anggota tubuhku seolah-olah menginginkan punya telinga agar bisa mendengar,” Jawab Imam Syafi’i.

Baca juga: Mengapa Semua yang Baik Harus Diawali dengan Bismillah

Buya Yahya menjelaskan, kerinduan Imam Syafi’i terhadap adab dan tata krama merupakan kerinduan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Jika mendengar satu pelajaran tentang akhlak, seluruh anggota tubuhnya langsung mengamalkan.

Imam Syafi’i kembali ditanya, “Bagaimana anda mencari adab dan tata krama?” Dia menjawab, “Aku mencari akhlak itu seperti ibu yang kehilangan anak satu-satunya lalu dia mencari anaknya.”

Habib Abdurrahman As-Segaf juga menceritakan keseriusan Imam Syafi’ dalam menuntut ilmu dan keindahan akhlak beliau. Imam Syafi’i terus belajar di Mekkah berkeliling dari satu ulama ke ulama lain. Sampai ulama-ulama selalu bilang kalau ilmu sudah habis semua. Hampir semua gurunya kalah alim dengan beliau.

Setelah menghabiskan ilmu yang ada di Mekkah, para ulama mengusulkan Imam Syafi’i untuk datang ke Madinah. Di Madinah, ada tokoh alim besar yang bernama Imam Malik bin Anas yang merupakan Bapak dari para Imam Madzhab.

Baca juga: Hukum Yasinan dalam Islam, Bolehkah Jadi Bacaan yang Istimewa?

Imam Malik tidak sembarangan menerima murid. Ia selalu menyeleksi calon muridnya. “Apakah kamu mau belajar, sudah pernah baca kitab saya?” tanya Imam Malik kepada Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i menjawab, “Alhamdulillah, saya sudah hafal.” Imam Syafi’i tahu betul kitab Imam Malik yang berjudul Al-Muwaththa. Kitab itu dihafal hanya dalam waktu satu minggu, sejauh enam perjalanan dari Mekkah ke Madinah. Padahal, isi kitab itu lebih banyak dari Al-Qur’an yang berisi kurang lebih 5000 hadits.

Imam Malik merespon dengan terkejut. Ia baru melihat wajah yang mencerminkan orang shaleh. Wasiat pertama yang dikatakannya pada Imam Syafi’i adalah tentang takwa. “Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan ajarkan ilmu kepada kamu.”

Kemudian, wasiat yang kedua, “Wahai Muhammad (Imam Syafi’i), jadikan ilmumu seperti garam dan jadikan akhlak dan adabmu seperti tepung.” Maksud dari wasiat ini adalah mencari ilmu secukupnya saja, lalu memperbanyak adab dan akhlak.

Imam Syafi’i belajar di Madinah sampai usia 15 tahun dan sudah menjadi mufti. Imam Malik mengizinkan beliau mengajar di Masjid Nabawi. Suatu hari, Imam Malik diam-diam memperhatikan Imam Syafi’i di balik tiang. Ia ingin tahu cara mengajar Imam Syafi’i.

Ia terkagum-kagum lalu mengukir di tiang masjid, “Siapa yang ingin ilmu agama yang suci dan berharga, maka dia harus belajar kepada Muhammad bin Idris.”

Saat majelis bubar, Imam Syafi’i melihat tulisan tersebut. Imam Syafi’i mengetahui jika tulisan itu adalah milik gurunya. Ketinggian adab Imam Syafi’i tidak membuatnya tinggal diam. Ia menulis balasan, “Tidaklah seorang Muhammad bin Idris melainkan dialah salah satu murid dari Imam Malik.”

“Perjalanan panjang Imam Syafi’i dalam menuntut ilmu, tidak membuatnya tinggi apalagi bangga. Ilmu itu dipancarkan lewat adab dan akhlak,” kata Habib Abdurrahman As-Segaf dalam tausiahnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)