Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home masjid detail berita

Hukum Yasinan dalam Islam, Bolehkah Jadi Bacaan yang Istimewa?

ahmad zuhdi Jum'at, 24 September 2021 - 07:45 WIB
Hukum Yasinan dalam Islam, Bolehkah Jadi Bacaan yang Istimewa?
Hukum Yasinan dalam Islam, bolehkah jadi bacaan yang istimewa. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Hukum yasinan dalam Islam harus dilihat secara komprehensif. Yasin merupakan surah yang mulai dan agung karena salah satu kalamullah untuk ummat Islam.

Sumber ajaran Islam yakni Al Quran dan Sunnah. Al Quran merupakan wahyu dari Allah yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya, mustahil salah. Namun pengamalan Al Quran pun harus memakai ilmu, di antaranya hadist. Karena itulah hukum yasinan dalam Islam tak bisa dipadang hanya dari sisi budaya semata.

Bila melihat sunnah Rasul, yakni ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam baik ucapan ucapan, perbuatan, sikap bahkan diamnya, harus menjadi panduan ummat dalam beragama. Lalu adakah Rasulullah menetapkan hukum yasinan dalam Islam?

Baca Juga: Keajaiban Sedekah Subuh, Ini Tata Cara Beramal meski dari Rumah

Sebelum menjawab hukum yasinan dalam Islam, harus dipahami lebih dulu bahwa hadist (sunnah) baru dikumpulkan dan dicatat di akhir abad pertama, di antaranya kitab al-Muwaththa yang ditulis oleh Imam Malik (93-197 H).

Untuk mempelajari hadits Nabi diperlukan kajian tentang sanad hadits atau bisa disebut wartawan-wartawan hadits, mengingat para pencatat hadits itu tidak sezaman dengan Nabi.

Sebagai contoh, Imam al-Bukhari lahir pada tahun 194 H dan meninggal pada tahun 256 H. Berarti jarak al-Bukhari dengan Nabi itu jauh sekali. Dalam hal ini al-Bukhari menyatakan: Qala Rasulullah lewat para rawi hadits dari al-Bukhari sampai Nabi yang kurang lebih empat atau lima orang rawi.

Para ahli hadits, seperti al-Bukhari, Muslim, dan imam-imam hadits lainnya telah mengadakan penelitian tentang keadaan rawi yang meriwayatkan hadits dari Nabi, apakah dia layak diterima riwayatnya, apakah ia termasuk seorang yang tsiqat (dapat dipercaya) atau tidak. Mereka meneliti akhlaknya, hapalannya, dan identitasnya.

Oleh karenanya ada hadits shahih yang dapat diterima sebagai hadits Nabi, ada juga yang tidak dapat diterima, dan disebut hadits dhaif. Para imam hadits lainnya, seperti al-Tirmidzi mengklasifikasikan hadits itu kepada shahih, hasan, dan dhaif. Dan ada juga hadits yang disebut hadits maudhu, yaitu hadits-hadits yang diada-ada atas nama Nabi, padahal hadits itu palsu atau dusta.

Status Hadits Keutamaan Surah Yasin

Banyaknya hadits dhaif dan hadits maudhu (palsu) yang tersebar membuat banyak orang tertarik dengan isinya. Belum lagi ganjaran-ganjaran yang dijanjikan dalam hadits tersebut, seperti membaca Yasin satu kali akan mendapat ganjaran tamat qur'an sepuluh kali dan jika membaca 41 kali dalam nisfu sya'ban akan terhapus dosanya dalam satu tahun.

Belum lagi janji dengan baca Yasin yang sakit akan sembuh, barang yang hilang akan ditemukan kembali, yang mati dalam kubur akan selamat, dan lain-lain. Siapa yang tidak tertarik dengan janji seperti itu?

Di antara hadits palsu keutamaan surat Yasin adalah "Inna likulli syai'in qolban, wa Inna qolbal Qur'ani yasin, Man qoro'aha fakaannama qoro'aha 'asyro marrotin". Artinya: " sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya, dan hati Qur'an adalah Yasin, barang siapa yang membacanya, maka ia seolah-olah telah tamat Qur'an sepuluh kali".

Menurut ulama Persatuan Islam KH E Abdurrahman Allahu yarham, hadits tersebut dicatat dalam kitab At-Tirmidzi dan Ad-Daromi, pada sanadnya ada seorang yang bernama Harun Abu Muhammad, dia itu majhul, yakni tidak dikenal siapa dia, dan ada hadits yang seperti itu dari Abu Hurairah, dalam At-Tahdzib dinyatakan: penelitian yang shahih menunjukan hadits itu maudhu atau palsu.

Abu Hatim menyatakan kepada putranya, hadits itu batal tidak memiliki landasan, sebab pada sanadnya ada orang yang bernama Ibnu Sulaiman, dia itu tukang dusta. Demikian diterangkan dalam pentahkikan hadits tersebut dalam al-Ahaditsu Dhaifah wal Maudlu'ah, hadits nomor 169.

Kesimpulannya, amalan yang biasa dilakukan orang sehubungan dengan keutamaan bacaan Yasin dengan maksud-maksud seperti itu tidak berdalil, sumber dasarnya adalah hadits tersebut, hadits palsu.

Kesimpulannya, membaca Surah Yasin merupakan hal yang baik, karena sama saja membaca Al Quran. Namun jangan sampai ummat memandang Surah Yasin memiliki keistimewaan tertentu, sehingga dibaca rutin di waktu tertentu dengan mengacu pada hadist-hadist dhaif, apalagi palsu.

Semisal di malam Jumat atau di hari Jumat, Rasulullah menganjurkan ummatnya membaca surah Al Kahfi, bukan Yasin. Apalagi sampai menganggap ada keutamaan membaca Yasin di malam Jumat yang sama sekali tidak merujuk pada sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Wallahu a'alam.

Dikutip dari berbagai sumber.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)