LANGIT.ID, Jakarta - Ada 6 tips untuk meningkatkan metode
pembelajaran agar lebih efektif. Tips ini sangat penting bagi pelajar agar bisa produktif mendapatkan ilmu pengetahuan.
Sahabat Langit7 pasti pernah merasa cepat bosan ketika sedang
belajar. Bahkan mungkin setelah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar justru tidak memahami hal apa pun.
Bila iya, mungkin Sahabat perlu memperbaiki
cara belajar. Sehingga belajar bisa lebih produktif, terutama mendapatkan ilmu pengetahuan dan naik ke level pembelajaran berikutnya.
Untuk itu, berikut Langit7 rangkum 6 tips belajar agar lebih efektif dan produktif, terutama bagi pelajar muslim, seperti rilansi
Productive Muslim:
1. DoaSudah seharusnya seorang muslim memulai sesuatu dengan doa. Termasuk ketika hendak belajar.
Adapun doa yang bisa dipanjatkan saat belajar seperti yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad berikut ini,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاًLatin:
Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqon thoyyiban, wa 'amalan mutaqobbalan.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ilmu yang manfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.
Sementara doa kedua,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ Latin:
Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'a, wa a'uudzubika min 'ilmin laa yanfa'.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ilmu yang manfaat, dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak manfaat.
2. IkhlasIkhlas dalam menuntut ilmu artinya belajar dengan keinginan dan tanpa paksaan. Jauhkan pula niat untuk merasa paling pintar saat selesai belajar maupun niat agar mendapat pujian dari orang lain.
Niat menuntut ilmu yang keliru tentu tidak akan membuat orang menjadi berpengetahuan. Sebaliknya, semakin orang berilmu maka akan semakin merundukkan diri di hadapan Allah SWT.
Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fatir: 28).
3. TujuanBelajar adalah ibadah, begitu juga tujuan akhir ketika selesai menuntut ilmu, yaitu untuk beribadah. Menuntut ilmu adalah hubungan antara seorang hamba kepada sang Pencipta.
Maka telusuri kembali niat Sahabat dalam menuntut ilmu. Jangan sampai tujuan menuntut ilmu justru untuk merasa paling pintar dan membodohi orang lain.
4. TakwaBelajar ilmu harus dimulai dengan nama Allah. Artinya, seorang penuntut ilmu harus menyadari bahwa Allah selalu mengawasi gerak-geriknya, termasuk saat sedang belajar.
Ilmu yang dilandasi dengan takwa tentu akan membawa berkah untuk studi yang dipelajari. Juga akan membuat pelajar muslim serius dalam mendalami dan memahami pelajarannya.
5. KesunyianBelajar dalam hening dan kesunyian disebut akan membuat seseorang fokus lebih lama. Fokus inilah yang membuat orang betul-betul bisa memahami dan mendalami ilmu yang dipelajarinya.
Belajar dalam kesunyian pula akan membuat pelajar jauh dari distraksi yang membuat mereka akhirnya lalai dalam menuntut ilmunya.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (HR. Bukhari).
Imam Syafi'i mengatakan, jika Anda ingin mengatakan sesuatu, pikirkanlah. Jika Anda menyimpulkan bahwa tidak ada salahnya, bicaralah. Jika Anda menyimpulkan bahwa kata-kata Anda akan merugikan, jangan bicara.
6. Hormati GuruSikap lain yang harus Sahabat miliki adalah rendah hati. Yaitu dengan menghormati guru dan mengetahui bahwa selalu ada seseorang yang lebih berpengetahuan daripada diri sendiri.
Bahkan Imam Syafi'i juga menghormati Imam Malik sebagai gurunya. Sampai hal kecil yang ia lakukan pun dilakukannya secara hati–hati. Imam Syafi'i berkata, "Saya akan membalik halaman buku saya di depan Malik dengan cara yang sangat lembut dan tenang sehingga dia tidak akan terganggu oleh kebisingan, untuk menghormatinya.”
(bal)