Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home masjid detail berita

Kisah-Kisah dalam Al-Quran Adalah Jejak-Jejak Petunjuk bagi yang Mau Belajar

miftah yusufpati Sabtu, 19 Juli 2025 - 05:14 WIB
Kisah-Kisah dalam Al-Quran Adalah Jejak-Jejak Petunjuk bagi yang Mau Belajar
Al-Quran, dengan caranya yang indah, berhasil menjahit langgam seni bertutur dengan pesan transenden. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Bukan dongeng, bukan pula sekadar sejarah. Kisah-kisah yang ada dalam lembaran Al-Qur’an adalah strategi pendidikan Tuhan, yang membimbing manusia lewat cerita yang hidup dan penuh hikmah.

Di setiap lantunan Al-Qur’an, di antara ayat-ayat hukum, perintah ibadah, dan janji-ancaman, kita menemukan sesuatu yang terasa sangat manusiawi: cerita. Tentang Nabi Musa yang dikejar Fir’aun, tentang Nabi Nuh dan bahtera penyelamatnya, atau tentang kaum-kaum yang porak-poranda karena angkuh pada Tuhan. Kisah-kisah itu begitu banyak jumlahnya hingga mendominasi isi Al-Qur’an.

Prof Dr Harun Nasution dalam bukunya berjudul "Islam Rasional", mencatat bahwa ayat-ayat kisah (qishash) jauh lebih banyak dibanding ayat-ayat hukum. Bahkan, salah satu surat di Al-Qur’an diberi nama Al-Qashash — “kisah-kisah”. “Maka perlu kiranya kita sebagai umat Islam untuk mengetahui isi kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur’an sehingga kita dapat mengambil pelajaran,” tulis Harun.

Secara bahasa, kata qashash berarti “mengikuti jejak”. Seperti dalam surat Al-Kahfi ayat 64: Musa dan muridnya kembali mengikuti jejak perjalanan mereka. Kata itu juga bermakna kabar, berita, keadaan. Dan secara istilah, seperti dijelaskan Manna’ al-Qaththan, ia merujuk pada pemberitaan Al-Qur’an tentang umat-umat terdahulu, para nabi, dan peristiwa yang benar-benar terjadi.

Mengapa Tuhan memilih cara ini — bercerita — untuk menyampaikan pesan-pesan?

Baca juga: Kisah Samson atau Syam’un: Nabi Tanpa Pengikut

Menurut para ulama, kisah-kisah Al-Qur’an adalah media pendidikan yang paling efektif. Dengan cara bercerita, Al-Qur’an merangkul emosi pembacanya, memancing imajinasi, menumbuhkan empati, dan menyisipkan pesan moral tanpa terasa menggurui. “Seolah-olah pembaca kisah tersebut menjadi pelaku sendiri yang menyaksikan peristiwa itu,” tulis Hasbi ash-Shiddieqy dalam tafsirnya. Dalam bahasa tafsir disebut shuratan nathiqah: narasi yang hidup dan berbicara.

Karena itulah Al-Qur’an sering mengulang kisah yang sama dengan perspektif berbeda, untuk menegaskan makna dan menghidupkan memori. Kisah Nabi Yusuf misalnya, diulang-ulang dengan penekanan yang berbeda, memberi pembaca ruang untuk merenungi tiap lapis maknanya.

Karakteristik kisah-kisah Al-Qur’an juga unik: nyata terjadi, relevan dengan kondisi manusia sepanjang zaman, namun tidak terjebak pada detail kronologis sejarah. Cerita disampaikan bukan untuk mencatat siapa, kapan, dan di mana, melainkan untuk menunjukkan mengapa itu terjadi — pesan moral di balik peristiwa.

Al-Qur’an sendiri menyebutkan tujuannya: sebagai ibrah (pelajaran), sebagai penguat hati, sebagai pengingat, sebagai peringatan, dan sebagai petunjuk jalan. Dalam surat Hud ayat 120, Tuhan berfirman: “Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu agar dengannya Kami teguhkan hatimu.”

Di luar fungsinya sebagai pendidikan iman, kisah juga menjadi jembatan untuk memahami kemanusiaan: tentang cinta, benci, pengorbanan, ketaatan, dan kesombongan. Membaca kisah-kisah itu, pembaca diajak bercermin — apakah dirinya bagian dari mereka yang selamat, atau mereka yang binasa.

Dalam pendidikan spiritual, kisah-kisah ini juga menjadi metode yang ampuh. Seperti dicatat dalam berbagai penelitian pendidikan Islam, kisah Al-Qur’an memuat konsep irsyad (petunjuk), hikmah (kebijaksanaan), i’tibar (pelajaran), dzikra (peringatan), hingga tahdzir (ancaman).

Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Baju yang Lapar

Al-Qur’an, dengan caranya yang indah, berhasil menjahit langgam seni bertutur dengan pesan transenden. Sejarah bukan sekadar sejarah, tetapi potongan-potongan cermin yang memantulkan siapa kita hari ini.

Bukan sekadar cerita. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah jejak-jejak petunjuk bagi yang mau belajar. Dan di setiap jejak itu, selalu ada arah pulang kepada-Nya.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)