Puasa Undangan Eksklusif dari Allah, Umat Islam Wajib Sambut Gembira
Muhajirin
Kamis, 23 Maret 2023 - 17:40 WIB
Ilustrasi puasa (Foto: Istimewa)
Sektretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menilai puasa Ramadhan merupakan panggilan eksklusif dari Allah Ta’ala untuk umat Islam.Oleh karenaitu, umat Islam wajib bergembira menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Anjuran bergembira dan bersuka cita terhadap bulan suci Ramadhan disisipkan secara tersirat dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atasorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Pada ayat tersebut, panggilan kepada umat Islam memakai kalimat “Ya ayyuhaladzina aamanuu”. Ungkapan itu berdasarkan pendekatan semantik memiliki dua bentuk panggilan sekaligus, yakni panggilan berkategori umum “Ya..” dan panggilan berkategori istimewa yakni “Ayuha”.
Baca Juga:4 Nilai Spiritualitas dalam Ibadah Puasa
“Yang itu menunjukkan kecintaan subjek yang memanggil, dan oleh karena itu, yang dipanggil harusnya menyambut dengan suka cita,” ujar Mu’ti dalam pengajian Tarhib Ramadhan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu (22/3/2023).
Bermacam bentuk cara Allah memanggil atau menyeru di dalam Al Qur’an menyimpan ragam derajat makan. Penggunaan panggilan “Ya ayyuhaladzina-aamanuu” berdasar pendekatan ilmu tafsir adalah masuk kategori Surah Madiniyah.
Artinya, perintah berpuasa tersebut dilakukan setelah aspek keimanan atau akidah umat Islam sudah mantap dan teguh. Maka, sudah seharusnya umat Islam menyambut seruan tersebut dengan penuh kegembiraan.
Anjuran bergembira dan bersuka cita terhadap bulan suci Ramadhan disisipkan secara tersirat dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atasorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Pada ayat tersebut, panggilan kepada umat Islam memakai kalimat “Ya ayyuhaladzina aamanuu”. Ungkapan itu berdasarkan pendekatan semantik memiliki dua bentuk panggilan sekaligus, yakni panggilan berkategori umum “Ya..” dan panggilan berkategori istimewa yakni “Ayuha”.
Baca Juga:4 Nilai Spiritualitas dalam Ibadah Puasa
“Yang itu menunjukkan kecintaan subjek yang memanggil, dan oleh karena itu, yang dipanggil harusnya menyambut dengan suka cita,” ujar Mu’ti dalam pengajian Tarhib Ramadhan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu (22/3/2023).
Bermacam bentuk cara Allah memanggil atau menyeru di dalam Al Qur’an menyimpan ragam derajat makan. Penggunaan panggilan “Ya ayyuhaladzina-aamanuu” berdasar pendekatan ilmu tafsir adalah masuk kategori Surah Madiniyah.
Artinya, perintah berpuasa tersebut dilakukan setelah aspek keimanan atau akidah umat Islam sudah mantap dan teguh. Maka, sudah seharusnya umat Islam menyambut seruan tersebut dengan penuh kegembiraan.