Soal Larangan Bukber, MUI: Bisa Ubah Kebiasaan ASN dan Pejabat
Fajar adhitya
Ahad, 26 Maret 2023 - 19:00 WIB
Ilustrasi buka puasa bersama. Foto: Langit7/iStock.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kegiatan buka puasa bersama di kalangan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan 1444 Hijriah kali ini ditiadakan.
Larangan tersebut tertuang dalam Surat Sekretaris Kabinet Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023 tentang arahan terkait penyelenggaraan buka puasa bersama yang telah dikonfirmasi Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Rabu (22/3/2023).
Baca juga: Abdul Mu'ti: Larangan Buka Bersama Kurangi Ukhuwah Bulan Ramadhan
Alasan di balik larangan tersebut adalah karena saat ini penanganan Covid-19 masih dalam masa transisi dari pandemi menuju ke endemi. Karena itu diperlukan kehati-hatian selama masa transisi ini.
Menanggapi surat edaran ini Sekretaris Umum MUI Sulsel Prof KH Muammar Bakry mendukung keputusan tersebut demi kemaslahatan umum.
Menurut Guru Besar Fiqih Kontemporer UIN Alauddin Makassar ini selain alasan kesehatan, larangan buka puasa bersama di kalangan ASN dan pejabat bisa mengubah kebiasaan.
"Ini juga bisa merubah kebiasaan para pejabat yang mengadakan buka puasa tapi hanya mengundang orang besar atau teman di kalangan pejabat saja, padahal dalam Islam kita dianjurkan untuk memberikan buka puasa pada orang miskin dan yatim atau orang yang lebih membutuhkan," kata Kiai Muammar, mengutip laman MUI, Ahad (26/3/2023).
Larangan tersebut tertuang dalam Surat Sekretaris Kabinet Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023 tentang arahan terkait penyelenggaraan buka puasa bersama yang telah dikonfirmasi Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Rabu (22/3/2023).
Baca juga: Abdul Mu'ti: Larangan Buka Bersama Kurangi Ukhuwah Bulan Ramadhan
Alasan di balik larangan tersebut adalah karena saat ini penanganan Covid-19 masih dalam masa transisi dari pandemi menuju ke endemi. Karena itu diperlukan kehati-hatian selama masa transisi ini.
Menanggapi surat edaran ini Sekretaris Umum MUI Sulsel Prof KH Muammar Bakry mendukung keputusan tersebut demi kemaslahatan umum.
Menurut Guru Besar Fiqih Kontemporer UIN Alauddin Makassar ini selain alasan kesehatan, larangan buka puasa bersama di kalangan ASN dan pejabat bisa mengubah kebiasaan.
"Ini juga bisa merubah kebiasaan para pejabat yang mengadakan buka puasa tapi hanya mengundang orang besar atau teman di kalangan pejabat saja, padahal dalam Islam kita dianjurkan untuk memberikan buka puasa pada orang miskin dan yatim atau orang yang lebih membutuhkan," kata Kiai Muammar, mengutip laman MUI, Ahad (26/3/2023).