Harmoninya Dua Tokoh NU dan Muhammadiyah
Tim langit 7
Rabu, 29 Maret 2023 - 22:55 WIB
Gus Dur dan Pak AR Fachrudin. Sumber: Istimewa
Ada cerita menarik yang beredar di group-group Whatsapp. Cerita ini bisa menjadi pelajaran bagaimana sebuah harmoninya hubungan dua tokoh dari berbeda organisasi Islam yang sangat besar. Kisah ini datang dari Legenda ketua umum Muhammadiyah KH Abdul Rozak Fakhruddin yang biasa dipanggil Pak AR.
Beliau adalah Ketua Umum Muhammadiyah paling lama menjabat dari 1971-1990.
Suatu hari, di bulan Ramadhan, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengundang Pak AR ke Tebuireng, Jombang.
Tiba waktu shalat tarawih, Gus Dur mempersilakan (menghormati) tamunya Pak AR memimpin ribuan jamaah tarawih, yg jelas saja Nahdlatul Ulama (NU).
Sebelum mulai tarawih, Pak AR bertanya pada jamaah : “Ini mau tarawihnya cara NU yang 23 rakaat , atau cara Muhammadiyah yang 11 rakaat?”
“NU…UU…UUU....”
Kompak jamaah menyahut dengan rasa heroik pada ke-NU-annya di hadapan tokoh besar Muhammadiyah tersebut.
Beliau adalah Ketua Umum Muhammadiyah paling lama menjabat dari 1971-1990.
Suatu hari, di bulan Ramadhan, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengundang Pak AR ke Tebuireng, Jombang.
Tiba waktu shalat tarawih, Gus Dur mempersilakan (menghormati) tamunya Pak AR memimpin ribuan jamaah tarawih, yg jelas saja Nahdlatul Ulama (NU).
Sebelum mulai tarawih, Pak AR bertanya pada jamaah : “Ini mau tarawihnya cara NU yang 23 rakaat , atau cara Muhammadiyah yang 11 rakaat?”
“NU…UU…UUU....”
Kompak jamaah menyahut dengan rasa heroik pada ke-NU-annya di hadapan tokoh besar Muhammadiyah tersebut.