M Nuh Ajak Masyarakat Jadikan Wakaf Gaya Hidup
Tim langit 7
Senin, 03 April 2023 - 06:22 WIB
Ketua Badan Wakaf Indonesia, Mohammad Nuh
Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof Mohammad Nuh (M Nuh) mengajak masyarakat menjadikan wakaf sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle).
Amal jariah yang dibawa seseorang sampai ke akhirat adalah shodaqoh jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.
"Jadikan gerakan berwakaf sebagai lifestyle. Gerakan tiada hari tanpa berwakaf, tiada hari Jumat tanpa berwakaf dan tiada bulan tanpa berwakaf," kata M Nuh saat memberikan ceramah agama usai tarawih bersama dekanat, dosen dan karyawan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).
Baca juga:BWI: Nonmuslim Boleh Berwakaf dan Terima Wakaf
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini kemudian menjabarkan tiga hal yaitu shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.
Menurutnya, semua dokter itu sudah memiliki ilmu yang bermanfaat, tinggal shodaqoh jariah serta anak-anak yang sholeh. Ketiganya saling terkait, tidak mungkin memiliki anak yang sholeh tanpa adanya ilmu yang bermanfaat. Dan ilmu bermanfaat tidak mungkin bisa diraih tanpa adanya infrastruktur dari sebuah shodaqoh jariah.
Salah satu shodaqoh jariah adalah wakaf. M Nuh pun menjelaskan tentang perbedaab zakat dan wakaf. Menurut Rais Syuriyah PBNU ini, zakat itu ibaratnya biaya operasional kemasyarakatan. Begitu zakat dikumpulkan langsung dihabiskan. Tapi kalau wakaf bagaikan biaya modal atau investasi.
Amal jariah yang dibawa seseorang sampai ke akhirat adalah shodaqoh jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.
"Jadikan gerakan berwakaf sebagai lifestyle. Gerakan tiada hari tanpa berwakaf, tiada hari Jumat tanpa berwakaf dan tiada bulan tanpa berwakaf," kata M Nuh saat memberikan ceramah agama usai tarawih bersama dekanat, dosen dan karyawan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).
Baca juga:BWI: Nonmuslim Boleh Berwakaf dan Terima Wakaf
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini kemudian menjabarkan tiga hal yaitu shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.
Menurutnya, semua dokter itu sudah memiliki ilmu yang bermanfaat, tinggal shodaqoh jariah serta anak-anak yang sholeh. Ketiganya saling terkait, tidak mungkin memiliki anak yang sholeh tanpa adanya ilmu yang bermanfaat. Dan ilmu bermanfaat tidak mungkin bisa diraih tanpa adanya infrastruktur dari sebuah shodaqoh jariah.
Salah satu shodaqoh jariah adalah wakaf. M Nuh pun menjelaskan tentang perbedaab zakat dan wakaf. Menurut Rais Syuriyah PBNU ini, zakat itu ibaratnya biaya operasional kemasyarakatan. Begitu zakat dikumpulkan langsung dihabiskan. Tapi kalau wakaf bagaikan biaya modal atau investasi.