Hati-Hati Jebakan Umum, Yuk Belajar Peta Sukses Jadi Pengusaha
Muhajirin
Kamis, 06 April 2023 - 11:14 WIB
Tangkapan layar Webinar Internasional Santri Mendunia. Webinar ini membahas tentang sukses dan jebakan kegagalan seorang pengusaha.
Menjadi seorang pengusaha sukses merupakan impian banyak orang. Namun, di balik harapan tersebut, terdapat jebakan umum yang bisa membuat seseorang terjebak dalam kegagalan.
Oleh karena itu, penting untuk belajar dan memahami peta sukses untuk menjadi seorang pengusaha. Faktanya, 1,6% dari total penduduk Indonesia bergerak di sektor usaha alias menjadi usahawan.
Angka tersebut masih rendah. Sebuah negara maju membutuhkan setidaknya 5% pengusaha. Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura yang memiliki 10% pengusaha, bahkan dari Malaysia yang memiliki 4,5% pengusaha.
Pendiri Good Management School dari Pesantren Kalasuba Indonesia (Pusaka Indonesia), Heri Cahyono, menjelaskan, salah satu penyebab kurangnya pengusaha di Tanah Air adalah tidak ada lembaga yang mencetak seorang pengusaha.
Baca juga:Pesantren Cendekia Amanah Raih Penghargaan Pelopor Ketahanan Pangan
“Jadi, saya belum menemukan. Kalau mencetak usahawan itu banyak, mencetak wirausahawan banyak, mencetak orang yang jago berbisnis itu banyak. Tapi, mencetak untuk menjadi pengusaha, saya belum menemukan,” kata Heri dalam webinar internasional Santri Mendunia yang diikuti Langit7.id, Selasa (4/4/2023).
Dari angka 1,6% itu pun masih menjadi sebuah irono. Itu karena sebagian besar usahawan Indonesia bukan seorang pengusaha. Mereka hanya pekerja yang terjebak dalam bingkai usaha.
Oleh karena itu, penting untuk belajar dan memahami peta sukses untuk menjadi seorang pengusaha. Faktanya, 1,6% dari total penduduk Indonesia bergerak di sektor usaha alias menjadi usahawan.
Angka tersebut masih rendah. Sebuah negara maju membutuhkan setidaknya 5% pengusaha. Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura yang memiliki 10% pengusaha, bahkan dari Malaysia yang memiliki 4,5% pengusaha.
Pendiri Good Management School dari Pesantren Kalasuba Indonesia (Pusaka Indonesia), Heri Cahyono, menjelaskan, salah satu penyebab kurangnya pengusaha di Tanah Air adalah tidak ada lembaga yang mencetak seorang pengusaha.
Baca juga:Pesantren Cendekia Amanah Raih Penghargaan Pelopor Ketahanan Pangan
“Jadi, saya belum menemukan. Kalau mencetak usahawan itu banyak, mencetak wirausahawan banyak, mencetak orang yang jago berbisnis itu banyak. Tapi, mencetak untuk menjadi pengusaha, saya belum menemukan,” kata Heri dalam webinar internasional Santri Mendunia yang diikuti Langit7.id, Selasa (4/4/2023).
Dari angka 1,6% itu pun masih menjadi sebuah irono. Itu karena sebagian besar usahawan Indonesia bukan seorang pengusaha. Mereka hanya pekerja yang terjebak dalam bingkai usaha.