home edukasi & pesantren

Opini

Puasa dan Perilaku Anti-Narsistik

Senin, 10 April 2023 - 00:00 WIB
Dosen Pascasarjana Psikologi Islam SKSG Universitas Indonesia, Thobib Al Asyhar.Foto/ist
Thobib Al-Asyhar *)

Ada pertanyaan sederhana. Apakah ada hubungan antara puasa dan narsisme? Pertanyaan ini tidak semua orang mampu menjawab. Mari kita cermati pesan-pesan terdalam puasa. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah saw bersabda:

"Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa. Sebab puasa adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku." (HR. Bukhari-Muslim).

Hadis tersebut secara implisit menegaskan bahwa puasa adalah ibadah paling rahasia, yang hanya diketahui pengamalnya dan Allah. Artinya, puasa mendidik manusia agar tidak riya' (pamer) kepada orang lain, apapun bentuknya, baik harta, kemewahan, amal sosial, ibadah, liburan di tempat-tempat mahal, maupun perilaku lainnya.

Ada hal-hal yang harus kita jaga dimana hanya kita yang tahu. Ada juga cukup diri kita dan orang-orang terdekat saja yang tahu. Karena tidak semua hal harus diketahui orang lain, bahkan kepada pasangan hidup sekalipun. Contoh sederhana, ibadah sholat malam (tahajjud) yang kita lakukan, apakah perlu diberitahukan kepada orang lain? Jika niatnya beribadah kepada Allah, buat apa orang lain tahu?

Baca juga:Sinta Nuriyah Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan

Pada titik ini, selain hal-hal yang nampak dan perlu ditampakkan, dalam diri manusia ada yang tersembunyi dan harus disembunyikan. Tujuannya untuk apa? Untuk kebaikan manusia itu sendiri dan ibadah puasa dengan terang bederang telah mengajarkan itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
puasa pamer syariah perilaku
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya