Buka Puasa di Depan Royal Albert Hall London, Dihadiri Nonmuslim
Muhajirin
Senin, 10 April 2023 - 22:01 WIB
Sekitar 500 orang berkumpul di Royal Albert Hall London, Inggris untuk memeriahkan acara #OpenIftar
Sekitar 500 orang berkumpul di Royal Albert Hall London, Inggris untuk memeriahkan acara #OpenIftar. Acara berbuka puasa itu terbuka untuk siapa saja. Bahkan, acara tersebut diikuti nonmuslim yang ingin merasakan kehangatan berbuka puasa.
Mengutip Anadoly Agency, acara tersebut digelar oleh komunitas muslim inggris selama bulan suci Ramadhan. Setelah adzan, umat Islam London berbuka puasa yang dilanjutkan dengan shalat berjamaah. Tema acara memiliki pengaruh yang kuat dari Turki.
Pria yang mengumandangkan adzan, Abdullatif Aydin, berasal dari Turki dan bekerja sebagai Urologis di London. Dia melantunkan adzan dalam gaya Segah. Di Turki, adzan dilantunkan dalam gaya yang berbeda-beda untuk setiap waktu shalat.
Baca juga:Buka Puasa Bareng Walikota New York
Acara itu turut dihadiri Duta Besar Turki di London, Osman Koray Ertas. Dia berbicara tentang tragedi gempa bumi baru-baru ini yang merusak Turki. Namun, seperti banyak hal lainnya, ia senang melihat komunitas Muslim Inggris bersatu melalui inisiatif #OpenIftar ini.
“Yang terbaik dari bulan Ramadan adalah bahwa orang memiliki waktu untuk berhenti sejenak, merenung, memperbaiki diri sendiri. Itu adalah pengingat yang patut diacungi jempol,” kata Osman, dikutip about Islam, Senin (10/4/2023).
Selain Osman, pembicara lain pada malam itu, Jonathan Wilson. Dia memeluk agama Islam lebih dari 20 tahun yang lalu. Salah satu kenangan yang dibagikannya adalah ketika Ramadan bertepatan dengan Natal.
Mengutip Anadoly Agency, acara tersebut digelar oleh komunitas muslim inggris selama bulan suci Ramadhan. Setelah adzan, umat Islam London berbuka puasa yang dilanjutkan dengan shalat berjamaah. Tema acara memiliki pengaruh yang kuat dari Turki.
Pria yang mengumandangkan adzan, Abdullatif Aydin, berasal dari Turki dan bekerja sebagai Urologis di London. Dia melantunkan adzan dalam gaya Segah. Di Turki, adzan dilantunkan dalam gaya yang berbeda-beda untuk setiap waktu shalat.
Baca juga:Buka Puasa Bareng Walikota New York
Acara itu turut dihadiri Duta Besar Turki di London, Osman Koray Ertas. Dia berbicara tentang tragedi gempa bumi baru-baru ini yang merusak Turki. Namun, seperti banyak hal lainnya, ia senang melihat komunitas Muslim Inggris bersatu melalui inisiatif #OpenIftar ini.
“Yang terbaik dari bulan Ramadan adalah bahwa orang memiliki waktu untuk berhenti sejenak, merenung, memperbaiki diri sendiri. Itu adalah pengingat yang patut diacungi jempol,” kata Osman, dikutip about Islam, Senin (10/4/2023).
Selain Osman, pembicara lain pada malam itu, Jonathan Wilson. Dia memeluk agama Islam lebih dari 20 tahun yang lalu. Salah satu kenangan yang dibagikannya adalah ketika Ramadan bertepatan dengan Natal.