Aroma Wewangian Ini Kegemaran Rasulullah dan Salihin
Fajar adhitya
Rabu, 23 Juni 2021 - 12:45 WIB
Ilustrasi parfum
Rasulullah sangat menyukai bau harum dan parfum. Dari berbagai hadist, Nabi Muhammad SAW menyukai tumbuhan yang berbau harum dan bunga-bunga.
Menggunakan parfum merupakan sunnah. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda,"Di dunia ini, wanita dan parfum adalah yang paling aku sukai, dan penghiburanku telah disediakan dalam doa," (An-Nasa'i).
Hadits tidak menerangkan secara spesifik bunga apa apa yang paling Rasulullah sukai. Sebaliknya hadits banyak merekam tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan Rasulullah untuk keperluan medis.
Walaupun begitu, lewat hadits tentang parfum, Rasulullah sangat menyukai wewangian dengan aroma musk atau kasturi dan amber. Muhammad ibn 'Ali berkata, “Saya bertanya pada 'Aisyah: Apakah Rasulullah memakai parfum?' Dia berkata, Ya, parfum yang digunakan pria: Musk dan amber.' ”
Dalam hadits lain, Anas meriwayatkan, "Saya tidak pernah mencium amber atau musk seharum aroma tubuh Rasulullah dan saya tidak pernah menyentuh brokat atau sutra dan menemukannya selembut tubuh Rasulullah". (Muslim).
Dahulu kala, aroma musk didapat dari kelenjar perut rusa dan telah digunakan sejak zaman kuno. Referensi pertama material ini digunakan sebagai bahan baku wewangian adalah di Arab dan Byzantium (wilayah timur kekaisaran Romawi) pada abad ke-6.
Bahkan, bahan baku langka ini, pada zamannya, sempat dicampurkan ke bahan baku tembok saat membangun masjid. Tujuannya ketika terpapar matahari, aroma khas akan merebak dari dinding masjid.
Menggunakan parfum merupakan sunnah. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda,"Di dunia ini, wanita dan parfum adalah yang paling aku sukai, dan penghiburanku telah disediakan dalam doa," (An-Nasa'i).
Hadits tidak menerangkan secara spesifik bunga apa apa yang paling Rasulullah sukai. Sebaliknya hadits banyak merekam tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan Rasulullah untuk keperluan medis.
Walaupun begitu, lewat hadits tentang parfum, Rasulullah sangat menyukai wewangian dengan aroma musk atau kasturi dan amber. Muhammad ibn 'Ali berkata, “Saya bertanya pada 'Aisyah: Apakah Rasulullah memakai parfum?' Dia berkata, Ya, parfum yang digunakan pria: Musk dan amber.' ”
Dalam hadits lain, Anas meriwayatkan, "Saya tidak pernah mencium amber atau musk seharum aroma tubuh Rasulullah dan saya tidak pernah menyentuh brokat atau sutra dan menemukannya selembut tubuh Rasulullah". (Muslim).
Dahulu kala, aroma musk didapat dari kelenjar perut rusa dan telah digunakan sejak zaman kuno. Referensi pertama material ini digunakan sebagai bahan baku wewangian adalah di Arab dan Byzantium (wilayah timur kekaisaran Romawi) pada abad ke-6.
Bahkan, bahan baku langka ini, pada zamannya, sempat dicampurkan ke bahan baku tembok saat membangun masjid. Tujuannya ketika terpapar matahari, aroma khas akan merebak dari dinding masjid.