LANGIT7.ID-London; Wayne Rooney menyarankan agar Inggris mempertimbangkan Pep Guardiola sebagai calon manajer masa depan.
Mantan kapten Manchester United itu menegaskan bahwa Thomas Tuchel tetap menjadi kandidat terbaik untuk memimpin The Three Lions di turnamen-turnamen besar mendatang. Komentar Rooney muncul setelah kekalahan 2-1 Inggris di semifinal dari Argentina, yang kembali memicu seruan untuk memecat Tuchel—meskipun perpanjangan kontrak dari FA yang mengikatnya hingga Euro 2028 menunjukkan adanya keberlanjutan.
Harapan Inggris untuk mencapai final Piala Dunia pupus setelah kekalahan dramatis dari Argentina. The Three Lions sempat unggul lebih dulu tetapi gagal mempertahankan keunggulan, dengan kritik semakin menguat terhadap keputusan taktis Tuchel saat Inggris bermain lebih bertahan di menit-menit akhir.
Sejumlah mantan pemain dan pengamat mempertanyakan pendekatan konservatif Inggris setelah unggul. Namun, Rooney percaya FA sebaiknya menghindari keputusan gegabah. Ia mengakui kualitas Tuchel sebagai salah satu pelatih elit Eropa dan berpendapat Inggris harus tetap sabar. Meski demikian, Rooney mengakui bahwa ketersediaan Guardiola akan mengubah situasi sepenuhnya.
Rooney menyarankan, jika manajer jangka panjang Manchester City itu benar-benar tersedia dan tertarik dengan sepak bola internasional, FA harus berupaya maksimal untuk menunjuknya. Guardiola, yang secara luas dianggap sebagai salah satu manajer terbaik di era modern, telah mentransformasi Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City menjadi kekuatan yang dominan.
Wayne Rooney soal Pengganti Tuchel"Saya tidak melihat siapa pun di luar sana saat ini, kecuali Anda pergi dan mendapatkan Pep Guardiola," ujar Rooney dalam Wayne Rooney Show. "Jika Pep tersedia, mungkin Anda pergi dan mendapatkannya.
"Saya pikir dia adalah manajer kelas atas, dan apa yang dilakukan manajer top adalah mereka belajar dari kesalahan, lalu memperbaiki dan menjadi lebih baik.
"Jika kita memecatnya, manajer mana yang akan kita datangkan? Saya pikir tidak ada siapa pun di luar sana yang sebaik Thomas Tuchel, kecuali Guardiola.
"Tetapi hal besar bagi saya adalah dia tidak berpengalaman di Piala Dunia. Kami mengalami hal yang sama dengan (Fabio) Capello.
"Piala Dunia itu berbeda dan Anda perlu merasakan lingkungan itu—dan sekarang dia sudah merasakannya."
Meskipun ada kritik terkait tersingkirnya Inggris, Tuchel membela keputusan taktisnya. Mantan bos Chelsea dan Bayern Munich itu bersikeras tidak menyesali pergantian pemain maupun pendekatan bertahan yang diterapkan di akhir semifinal, menjelaskan bahwa kelelahan pemain dan situasi pertandingan memengaruhi pilihannya. Ia juga menerima tanggung jawab atas hasil tersebut, sambil tetap percaya diri dengan arah jangka panjang tim.
Komentar Rooney mencerminkan pandangan yang seimbang, bukan seruan langsung untuk perubahan. Untuk saat ini, dengan Tuchel masih terikat kontrak hingga Euro 2028 dan bertekad melanjutkan, fokus Inggris diperkirakan akan beralih ke proses pembangunan kembali setelah kekecewaan di Piala Dunia.(*/saf/thehardtackle)
(lam)