Jangan Asal Unggah, Perhatikan Hal Ini Biar Bijak Bermedia Sosial
Muhajirin
Kamis, 13 April 2023 - 14:00 WIB
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad.Foto/ist
Di era digital saat ini, kehidupan manusia semakin mudah dengan adanya teknologi internet dan media sosial. Namun, kebebasan dalam mengekspresikan diri di media sosial juga perlu diimbangi dengan tanggung jawab.
Terutama bagi umat Islam, harus memperhatikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermedia sosial, terutama di bulan Ramadan. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Dadang menekankan, perkataan yang diunggah ke media sosial dapat menimbulkan dampak yang buruk jika tidak dipertimbangkan dengan baik. Terlebih lagi, di akhirat kelak, setiap tindakan yang dilakukan di dunia akan disaksikan dan dimintai pertanggungjawaban.
“Di sana memang tidak ada yang memberikan batasan apapun, tapi kita sebagai orang berman berhati-hatilah, jangan sampai perkataan kita yang masuk di media sosial menimbulkan ketidakbaikan di masyarakat. Apakah itu kabar bohong, dusta, atau kabar yang kita buat-buat,” kata Dadang dalam tausiah Ramadhan di TvMu, Kamis (13/4/2023).
Baca juga:Hukum Pasang Foto Pribadi untuk Profil di Media Sosial
Dadang menjelaskan, Muhammadiyah telah menerbitkan Fikih Informasi dan Akhlak Bermedia Sosial. Kitab fikih itu sebagai pedoman bagi umat Islam dalam bermedia sosial dengan akhlak yang baik dan bertanggung jawab.
“Kalau kita berkata dusta, menerima postingan yang tidak jelas lalu kita sebarkan lagi, itu terkena Surah An-Nur ayat 11-20 soal penyebar hoaks. Itu berat bahkan bisa menggugurkan puasa, menguburkan pahala puasa,” tutur Dadang.
Terutama bagi umat Islam, harus memperhatikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermedia sosial, terutama di bulan Ramadan. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Dadang menekankan, perkataan yang diunggah ke media sosial dapat menimbulkan dampak yang buruk jika tidak dipertimbangkan dengan baik. Terlebih lagi, di akhirat kelak, setiap tindakan yang dilakukan di dunia akan disaksikan dan dimintai pertanggungjawaban.
“Di sana memang tidak ada yang memberikan batasan apapun, tapi kita sebagai orang berman berhati-hatilah, jangan sampai perkataan kita yang masuk di media sosial menimbulkan ketidakbaikan di masyarakat. Apakah itu kabar bohong, dusta, atau kabar yang kita buat-buat,” kata Dadang dalam tausiah Ramadhan di TvMu, Kamis (13/4/2023).
Baca juga:Hukum Pasang Foto Pribadi untuk Profil di Media Sosial
Dadang menjelaskan, Muhammadiyah telah menerbitkan Fikih Informasi dan Akhlak Bermedia Sosial. Kitab fikih itu sebagai pedoman bagi umat Islam dalam bermedia sosial dengan akhlak yang baik dan bertanggung jawab.
“Kalau kita berkata dusta, menerima postingan yang tidak jelas lalu kita sebarkan lagi, itu terkena Surah An-Nur ayat 11-20 soal penyebar hoaks. Itu berat bahkan bisa menggugurkan puasa, menguburkan pahala puasa,” tutur Dadang.