Memaknai Keberkahan Ramadhan-19
Imam Shamsi Ali
Jum'at, 14 April 2023 - 07:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Manusia itu makhluk Allah yang misterius. Salah seorang seorang penulis terkemuka, Alexis Carrel, menyebut manusia sebagai “the unknown” (makhluk yang tidak diketahui). Buku yang pernah jadi the best selling di tahun 1935 itu membentangkan secara komprehensif apa yang diketahui dan tidak diketahui tentang manusia dan kehidupannya.
Ragam misteri tentang manusia dan kehidupannya tidak akan terjawab bahkan oleh dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan mendasar sekalipun manusia seringkali gagal meresponnya jika bersandar pada dirinya sendiri.
Ada dua hal mendasar kenapa manusia gagal mengenal diri dan menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam hidupnya.
Pertama, karena walaupun manusia memilki potensi besar untuk tahu namun manusia sangat terbatas. Dan karenanya cerita tentang “Allah mengajarkan Adam nama-nama” menggambarkan di satu sisi potensi manusia untuk tahu. Namun di sisi lain juga menggambarkan ketidak tahuan tanpa diajarkan “allama Aadama”.
Baca juga:Memaknai Keberkahan Ramadan-12
Kedua, karena realita dunia yang memang deras dan penuh tipu daya. Manusia tanpa pegangan samawi (heavenly guidance) rentang menjadi korban dunia dengan segala tipu dayanya. Dan tipu daya dunia ini dari masa ke masa semakin dahsyat.
Karena realita tersebut di atas Allah Yang Maha mengetahui dan Kasih Sayang mengutus hamba-hamba istimewaNya (pilihan) untuk mengingatkan manusia. Rujukan atau referensi peringatan itu terangkum dalam Kitab SuciNya. Muhammad adalah Utusan terakhir (khatamun nabiyyin). Dan Kitab Suci yang merangkum petunjuk Ilahi yang diberikan kepada Muhammad SAW bernama Al-Quran. Kitab suci yang merangkum semuanya untuk semua manusia di semua zaman.
Ragam misteri tentang manusia dan kehidupannya tidak akan terjawab bahkan oleh dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan mendasar sekalipun manusia seringkali gagal meresponnya jika bersandar pada dirinya sendiri.
Ada dua hal mendasar kenapa manusia gagal mengenal diri dan menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam hidupnya.
Pertama, karena walaupun manusia memilki potensi besar untuk tahu namun manusia sangat terbatas. Dan karenanya cerita tentang “Allah mengajarkan Adam nama-nama” menggambarkan di satu sisi potensi manusia untuk tahu. Namun di sisi lain juga menggambarkan ketidak tahuan tanpa diajarkan “allama Aadama”.
Baca juga:Memaknai Keberkahan Ramadan-12
Kedua, karena realita dunia yang memang deras dan penuh tipu daya. Manusia tanpa pegangan samawi (heavenly guidance) rentang menjadi korban dunia dengan segala tipu dayanya. Dan tipu daya dunia ini dari masa ke masa semakin dahsyat.
Karena realita tersebut di atas Allah Yang Maha mengetahui dan Kasih Sayang mengutus hamba-hamba istimewaNya (pilihan) untuk mengingatkan manusia. Rujukan atau referensi peringatan itu terangkum dalam Kitab SuciNya. Muhammad adalah Utusan terakhir (khatamun nabiyyin). Dan Kitab Suci yang merangkum petunjuk Ilahi yang diberikan kepada Muhammad SAW bernama Al-Quran. Kitab suci yang merangkum semuanya untuk semua manusia di semua zaman.