home edukasi & pesantren

Opini

Ketika Lebaran Berbeda

Kamis, 20 April 2023 - 09:00 WIB
Rektor dan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Akh. Muzakki.Foto/ist
Akh. Muzakki

Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Timur

Rektor dan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya



Apa yang akan Anda lakukan jika lebaran berbeda? Pertanyaan ini tetap saja terasa penting sebagai alat uji respon bersama terhadap perbedaan meskipun lebaran berbeda hari memang bukan sesuatu yang baru. Seiring dengan lebaran beda hari yang potensial berulang dalam sejarah Muslim di Indonesia, pertanyaan ini terus penting dijaidkan sebagai bahan refleksi bersama.

“Saya akan ikut Muhammadiyah,” jawab orang pertama atas pertanyaan di atas. “Saya ikut NU saja,” begitu jawab orang kedua. Beda lagi jawaban orang ketiga: “Kalau saya, ngikut keputusan pemerintah saja.” Yang keempat beda pula: “Kalau saya sih, mana yang lebih dulu lebaran, itu yang akan saya ikuti.”

Ideologisme dan pragmatisme tampak masih cukup kuat menghiasai respon publik Muslim terhadap perbedaan hari lebaran. Nama lainnya adalah idul fitri. Bagi yang cenderung ideologis, ketaatan kepada organisasi dan atau institusi yang menjadi afiliasi ideologisnya dipandang sangat penting.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
lebaran 2023 idul fitri perbedaan rektor uinsa surabaya
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya