Jangan hanya Rutinitas, Pahami Hakikat Shalat
Muhajirin
Selasa, 02 Mei 2023 - 18:30 WIB
ilustrasi
Shalat merupakan kewajiban setiap muslim. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menjalankan shalat hanya sebagai rutinitas, tanpa memahami hakikat shalat itu sendiri.
Pakar Filsafat Islam, Dr Fahruddin Faiz, menjelaskan, umat Islam harus memahami hakikat shalat agar tidak sekedar rutinitas, atau sekedar menyembah kekosongan. Harus ada makna dalam setiap gerakan, menghadirkan khusyu, dan fokus pada setiap gerakan agar bisa tersambung kepada Allah Ta’ala.
Menurut Fahruddin Faiz, shalat seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan hakikatnya, bukan semata-mata hanya sebagai olahraga atau rutinitas. Sebab, jika dilakukan sembarangan, maka shalat tersebut akan kehilangan maknanya.
"Sembahyang itu siang malam tiada putusnya, keluarnya nafasku menjadi puji, masuknya nafasku menjadi doa, karena tutur penglihatan dan pendengaran disuruh melepaskan dari angan-angan," ujar Fahruddin Faiz saat memberikan kajian dalam Ngaji Filsafat, dikutip Senin (1/5/2023).
Baca juga:Anak Sering Main Game Susah Diajak Shalat, Bagaimana Solusinya?
Fahruddin Faiz mengatakan, shalat yang hanya dilakukan sebagai rutinitas atau olahraga sama halnya dengan menyembah kekosongan, yang hanya akan membuat seseorang terus hidup dalam alam kematian ini.
Dia juga menegaskan, shalat yang sesungguhnya adalah sebagai bentuk komunikasi dengan Allah yang seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan hakikat shalat. Menyembah kekosongan dalam shalat Sangat mungkin Terjadi jika seseorang tidak memahami ibadah tiang agama tersebut.
Pakar Filsafat Islam, Dr Fahruddin Faiz, menjelaskan, umat Islam harus memahami hakikat shalat agar tidak sekedar rutinitas, atau sekedar menyembah kekosongan. Harus ada makna dalam setiap gerakan, menghadirkan khusyu, dan fokus pada setiap gerakan agar bisa tersambung kepada Allah Ta’ala.
Menurut Fahruddin Faiz, shalat seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan hakikatnya, bukan semata-mata hanya sebagai olahraga atau rutinitas. Sebab, jika dilakukan sembarangan, maka shalat tersebut akan kehilangan maknanya.
"Sembahyang itu siang malam tiada putusnya, keluarnya nafasku menjadi puji, masuknya nafasku menjadi doa, karena tutur penglihatan dan pendengaran disuruh melepaskan dari angan-angan," ujar Fahruddin Faiz saat memberikan kajian dalam Ngaji Filsafat, dikutip Senin (1/5/2023).
Baca juga:Anak Sering Main Game Susah Diajak Shalat, Bagaimana Solusinya?
Fahruddin Faiz mengatakan, shalat yang hanya dilakukan sebagai rutinitas atau olahraga sama halnya dengan menyembah kekosongan, yang hanya akan membuat seseorang terus hidup dalam alam kematian ini.
Dia juga menegaskan, shalat yang sesungguhnya adalah sebagai bentuk komunikasi dengan Allah yang seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan hakikat shalat. Menyembah kekosongan dalam shalat Sangat mungkin Terjadi jika seseorang tidak memahami ibadah tiang agama tersebut.