Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Anak Sering Main Game Susah Diajak Shalat, Bagaimana Solusinya?

Muhajirin Sabtu, 08 April 2023 - 13:43 WIB
Anak Sering Main Game Susah Diajak Shalat, Bagaimana Solusinya?
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya).
LANGIT7.ID, Jakarta- - Banyak orang tua kesulitan saat mengajak anak-anak untuk beribadah, terutama shalat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kesibukan anak dalam bermain game atau gim. Kondisi ini tentu menjadi sebuah dilema bagi orang tua yang ingin mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang taat beribadah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menyarankan agar orang tua tidak berhenti untuk terus mendidik anak-anak mereka, meski anak sudah baligh. Menurutnya, orang tua tetap memiliki kewajiban untuk mengarahkan anak-anak mereka dalam beribadah, karena hal tersebut termasuk dalam amar ma'ruf nahi munkar.

"Kalau kita membiarkan anak kita melakukan kemungkaran, kita dosa. Kita harus bisa mengingatkannya, tidak ada istilahnya berhenti atau bosan, apalagi orang yang sangat kita cintai," tegas Buya Yahya dalam sebuah kajian Ramadhan yang diikuti Langit7.id, Sabtu (8/4/2023).

Baca juga:Cara Mendidik Anak Laki-Laki Feminim atau Anak Peremupuan Tomboi

Menurut Buya Yahya, untuk mengatasi masalah ini, orang tua harus peka akan perilaku anak-anak mereka. Orang tua harus mengambil langkah-langkah untuk mengarahkan anak-anak mereka dengan bermacam-macam cara, mulai dari kelembutan hingga mencarikan teman yang baik.

"Kawan itu akan mempengaruhi. Termasuk penting sekali untuk peduli dengan kehidupan di dunia pesantren, selagi mungkin antarkan ke sana. Anak yang dipilih oleh Allah pasti akan betah di sana," ujar Buya Yahya.

Selain itu, orang tua juga harus memahami, mengajarkan shalat bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, orang tua harus berusaha untuk mendekatkan hati anak-anak mereka dengan kebaikan terlebih dahulu sebelum dengan jasadnya.

"Biasakan dia untuk kenal kebaikan dengan hatinya terlebih dahulu sebelum dengan jasadnya. Anda kasih tugas dia, misalnya di bulan puasa begini, Anda kirim takjil ke masjid sana. Biarpun dia mau salat susah, tapi Anda ngirim, semoga berkah hidup," ujar Buya Yahya.

Anak Sering Main Game Susah Diajak Shalat, Bagaimana Solusinya?
Pakar Parenting Ustadz Bendri Jaisyurrahman

Solusi Anak Tak Kecanduan Gadget
Pakar Parenting Ustadz Bendri Jaisyurrahman menjelaskan beberapa langkah untuk mendidik anak agar tidak kecanduan gadget maupun game. Di antaranya:

Pertama, orangtua harus bertanggung jawab atas kecanduan gadget atau game pada anak-anak mereka. Ustaz Bendri mempertanyakan siapa yang memberikan handphone atau gadget kepada anak dan siapa yang mengisi kuota internet untuk anak tersebut.

“Jika dipikirkan dengan matang, orangtua lah yang memberikan akses kepada anak-anak untuk menggunakan gadget atau game, sehingga orangtua juga harus bertanggung jawab atas kecanduan tersebut,” kata Ustadz Bendri dalam sebuah kajian Ramadhan yang diikuti Langit7.id, hari ini (8/4/2023).

Menurut Ustaz Bendri, orangtua harus memiliki sifat mau repot atau siap berkorban dalam mengasuh anak-anak mereka. Jika orangtua tidak memiliki sifat tersebut, maka sulit bagi mereka untuk mengatasi kecanduan gadget atau game pada anak-anak. Orangtua harus menyadari, mengasuh anak adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesabaran dan ketekunan.

Kedua, orangtua memberikan perhatian dan waktu yang cukup untuk anak-anak mereka. Orangtua harus menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan di rumah agar anak-anak tidak merasa bosan dan tergoda untuk menggunakan gadget atau bermain game.

“Orangtua juga harus memberikan alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat dan menghibur bagi anak-anak, seperti membaca buku, menggambar, atau bermain dengan teman-teman,” tutur Ustadz Bendri.

Ketiga, orangtua juga harus mengatur penggunaan gadget atau game pada anak-anak. Mereka harus membatasi waktu penggunaan gadget atau game, serta memastikan anak-anak tidak menggunakan gadget atau game pada waktu yang tidak tepat, seperti saat makan atau saat belajar.

“Orangtua juga harus memonitor aktivitas anak-anak mereka di media sosial atau game online untuk mencegah mereka terpapar konten yang tidak pantas atau berbahaya,” ungkap Ustadz Bendri.

Keempat, pembinaan karakter. Dalam mengatasi kecanduan gadget atau game pada anak-anak, Ustaz Bendri juga menekankan pentingnya pembinaan karakter pada anak-anak. Orangtua harus mengajarkan nilai-nilai positif seperti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kejujuran pada anak-anak mereka.

“Dengan demikian, anak-anak akan memiliki pola pikir yang lebih baik dan mampu mengendalikan diri dalam penggunaan gadget atau game,” tutur Ustadz Bendri.

Kelima, Ustaz Bendri menekankan, mengatasi kecanduan gadget atau game pada anak-anak membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Orangtua harus konsisten dalam menerapkan aturan-aturan yang telah disepakati bersama dengan anak-anak mereka, serta memberikan dukungan dan motivasi positif kepada anak-anak untuk mengurangi kecanduan gadget atau game.

Dalam rangka mendidik anak menjadi pribadi yang baik, orang tua harus terus berusaha dan tidak berhenti untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Meski terkadang sulit, namun dengan usaha yang gigih, pasti akan membuahkan hasil yang baik dan bermanfaat di masa depan.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan