Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Cara Mendidik Anak Laki-Laki Feminim atau Anak Peremupuan Tomboi

Muhajirin Kamis, 06 April 2023 - 00:00 WIB
Cara Mendidik Anak Laki-Laki Feminim atau Anak Peremupuan Tomboi
Pakar Parenting Ayah Irwan Rinaldi.
LANGIT7.ID, Jakarta- - Menjadi orang tua bukan tugas mudah, apalagi karakter anak bisa berbeda-beda. Terutama ketika harus mendidik anak laki-laki yang feminim atau anak perempuan yang tomboi.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi masalah ini. Jika anak-anak bersifat feminim, maka sosok ayah yang memiliki peranan penting. Sebaliknya, jika anak perempuan agak bersikap tomboi, maka ibu yang memiliki tugas berat. Tentu, ayah atau pun ibu harus bekerjasama dalam mendidik anak.

Pakar Parenting Ayah Irwan Rinaldi menjelaskan, jika anak masih berusia di bawah 14 tahun, orang tua masih memiliki kesempatan untuk melakukan restrukturisasi dalam pola pengasuhan. Hal ini penting dilakukan untuk menemukan alasan mengapa anak Anda menjadi seperti itu, dan menyesuaikan pola pengasuhan yang lebih baik.

Baca juga:Menikah Tak Sekadar Formalitas, tapi Menjalani Komitmen dengan Pasangan

"Kita bikin skema baru atau pola baru, misalnya bagi anak-anak di umur 17 tahun atau 15 tahun, itu umur yang sangat krusial untuk laki-laki dan keperempuanan," ujar Ayah Irwan dalam sebuah webinar yang diadakan Muamalat Hijrah People, dikutip Kamis (6/4/2023).

Jika anak sudah berusia di atas 15 atau 16 tahun, maka orang tua harus mengambil tindakan yang lebih khusus dan hati-hati. Ayah Irwan menyarankan untuk melihat pola pengasuhan anak sejak usia 7-14 sampai 15 tahun.

Hal itu untuk mengetahui apakah ada pola yang kurang mendukung perkembangan kelaki-lakian atau keperempuanan. Selain itu, orang tua harus memastikan bahwa anak memiliki kehangatan, kedekatan, dan kelekatan yang cukup dengan kedua orang tuanya, baik secara fisik maupun psikologis.

“Ayah dan ibu juga harus berperan aktif dalam pengasuhan anak, dan tidak menitipkan tanggung jawab tersebut ke orang lain. Kalau anak laki-laki simulasikan bagaimana bertanggungjawab,” ujar Ayah Irwan.

Dalam hal ini, Ayah Irwan juga menekankan, umur anak merupakan faktor yang penting dalam melakukan restrukturisasi pola pengasuhan. Jika anak masih berusia di bawah 14 tahun, masih ada kesempatan untuk melakukan restrukturisasi pola pengasuhan.

Ayah Irwan juga mengatakan, umur 15-16 tahun merupakan masa yang krusial untuk laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan identitas gender mereka. Pada masa inilah penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi dan mengoptimalkan perkembangan anak agar tidak terjadi kebingungan atau kekurangan dalam identitas gender.

Namun, Ayah Irwan menegaskan, meskipun anak sudah berusia di atas 15 atau 16 tahun, orangtua tetap dapat membantu anak mereka dengan memberikan stimulasi dan tanggung jawab yang sesuai dengan perkembangan usia anak.

“Kita masih punya kesempatan untuk melakukan semacam restrukturisasi di dalam skema atau pola pengasuhan. Jadi kalau anaknya masih 14 tahun ke bawah itu angat memungkinkan kita melakukan restrukturisasi,” ujar Ayah Irwan Rinaldi.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)