LANGIT7.ID, Jakarta -
Menikah merupakan salah satu keputusan hidup yang sangat penting. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dengan matang sebelum memutuskan untuk menikah.
Tidak sedikit orang yang salah dalam memutuskan untuk menikah karena belum siap secara mental dan finansial. Lalu, apa saja tanda-tanda seseorang sudah siap menikah?
Pendakwah asal Yogyakarta,
Salim A Fillah mengungkapkan, tanda pertama seseorang sudah siap menikah ketika sudah memahami bahwa menikah adalah sunnah. Jadi, tidak hanya sekadar formalitas saja untuk mengesahkan sebuah hubungan menjadi halal.
Baca Juga: Sering Ragu dengan Calon Pasangan, Ini Solusi Sebelum Pernikahan"Ketika kemudian kita bisa memahami, 'Oh, sunnah’. Oke berjuang karena sunnah itu kalau diikuti menjadi kebaikan besar," ujar Salim A Fillah saat memberikan tausiyah secara daring, Selasa (28/3/2023).
Tanda kedua, ketika seseorang sudah memiliki kriteria konkret dalam mencari calon pasangan. Menurut Salim, memiliki kriteria konkret akan membantu seseorang dalam mencari pasangan yang sesuai dengan keinginan dan tujuan hidupnya.
"Saya pengen istri yang punya binaan pengajian, nggak harus Ustazah banget, tapi dia bisa membina, ya, ngaji kepada apa namanya, mungkin junior-juniornya," katanya.
Tanda ketiga, ketika seseorang sudah bisa melihat calon pasangan dengan objektif. Dengan begitu, calon pasangan bisa memusyawarakan visi-misi dalam berumah tangga dalam berbagai hal.
"Saling bertanya ini visi misi pernikahan bagaimana, konsep tentang memberi nafkah, bagaimana konsep tentang mendidik anak," ucapnya.
Baca Juga: Lama Menikah tapi tak Bisa Cintai Pasangan, Apa yang Harus Dilakukan?Selain itu, seseorang juga harus siap secara finansial sebelum memutuskan untuk menikah. "Menikah itu memang butuh biaya, tapi Allah tidak pernah membebani hamba-Nya melebihi kemampuan. Kalau memang belum bisa menikah karena faktor finansial, tidak apa-apa, yang penting sudah mempersiapkan diri," ungkap Salim A Fillah.
Kemudian, seseorang juga harus siap secara mental sebelum menikah. Salim A Fillah menegaskan, menikah butuh persiapan mental yang matang.
Tidak boleh menikah karena tekanan dari orang lain atau karena ingin melarikan diri dari masalah yang ada. "Menikah itu butuh niat yang tulus dan kesadaran yang kuat," kata Salim.
Dalam memutuskan untuk menikah, seseorang harus memikirkan dengan matang dan objektif. Menikah bukanlah sekadar formalitas, tetapi sebuah komitmen untuk menjalani hidup bersama dengan pasangan yang dipilih.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menikah, pastikan sudah siap secara mental, finansial, dan memiliki kriteria konkret dalam mencari Pasangan Hidup.
Baca Juga: 4 Tanda Kamu Menikah dengan Orang yang Tepat: Rumah Tangga Kian Harmonis(gar)