LANGIT7.ID, Jakarta -
Menikah dengan orang yang tepat dapat membawa keharmonisan dalam rumah tangga. Dalam hal ini, pasangan hidup benar-benar menjadi pelengkap kekurangan.
Bagi umat Islam, tidak ada teladan atau preseden yang lebih baik dari suami ideal selain
Nabi Muhammad SAW. Sehingga tidak ada salahnya menjadikan Rasulullah sebagai tolok ukur pasangan yang tepat.
Walaupun akhlak manusia tidak ada yang sempurna seperti Rasulullah, tapi paling tidak berusaha mencontohnya adalah hal yang bisa dilakukan. Terutama untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.
Baca Juga: Istri Wajib Simak, Begini Cara Taklukan Hati Suami dalam IslamPasalnya, selain menjadi imam yang mengayomi istri-istrinya, Rasulullah juga memberikan pengajaran kepada para istrinya untuk selalu dekat dengan Allah SWT.
Keharmonisan
rumah tangga bisa tercipta bila pernikahan dilakukan dengan pasangan yang tepat. Melansir
The Muslim Vibe, Kamis (23/2/2023), berikut 4 tanda pernikahan dilakukan dengan orang tepat:
1. KebaikanKetertarikan dan kekaguman soal fisik tidak bisa disamakan dengan cinta. Sebab, cinta adalah sesuatu yang harus diupayakan.
Cinta harus diciptakan dan dikembangkan di antara pasangan. Dalam hal ini, kebaikan dan memberi bisa menciptakan rasa cinta.
Dengan kata lain, ketertarikan fisik adalah koneksi eksternal yang akan memudar seiring waktu. Sedangkan cinta yang didasarkan pada hubungan internal akan lebih tahan lama.
Kebaikan pasangan dapat dicirikan dari cara mereka memberi, tidak hanya sebuah hadiah fisik tapi juga motivasi. Dengarkan apa yang mereka katakan, perhatikan cara mereka memperlakukan orang lain, dan lihat cara mereka peduli untuk memberikan bantuan.
2. Tujuan BersamaSangat penting untuk mengenal diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian mempertimbangkan tujuan yang sama dengan pasangan. Dalam hal ini, setiap pasangan harus memiliki visi dan misi yang sama.
Pasalnya, perbedaan tujuan hidup dalam rumah tangga justru akan menjadi masalah karena kesulitan untuk saling berbagi. Di sisi lain, orang-orang juga harus menghindari pemikirian keliru, di mana mereka menilai pasangan dapat selalu memberikan dukungannya sekalipun berbeda tujuan.
Hal itu menunjukkan kurangnya kesadaran diri pasangan dan hanya akan mempersulit kehidupan berumah tangga. Pasalnya, setiap keputusan dalam rumah tangga harus bisa menjadi solusi bagi anggota keluarga lainnya.
Baca Juga: Psikolog: Suami Berperan Penting Obati Luka Pengasuhan Istri3. Terima Kebaikan dan Keburukan Sadarilah bahwa setiap pasangan akan memiliki kelebihannya masing-masing, termasuk juga kekurangan. Untuk itu, penting agar setiap orang tidak hanya bisa menerima kelebihan pasangan, tapi juga kekurangannya.
Masalah rumah tangga seringkali terjadi karena ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Artinya, dibutuhkan pemahaman ideal dalam rumah tangga.
Pasangan yang baik adalah mereka yang mengetahui setiap kekurangan pasangannya. Kemudian mereka mempersiapkan diri untuk menerima segala kekurangan tersebut.
4. Penampilan FisikLast but not least, fisik juga ternyata menjadi ukuran seseorang mendapatkan pasangan yang tepat. Namun, hal ini bukan berarti menilai seseorang dari rupa fisik, seperti cantik atau tampan.
Fisik dalam hal ini adalah rasa suka dan kagum terhadap penampilan fisik orang lain. Di mana selera dan rasa kesukaan setiap orang ini berbeda-beda.
Artinya, kecocokan adalah hal utama yang juga mesti diperhatikan. Sebab, penampilan fisik saja tidak bisa membuat hubungan berjalan dengan baik.
Fakta bahwa setiap pasangan menganggap satu sama lain menarik sangat penting. Di sisi lain, juga penting untuk mengenali keterbatasan dalam diri sendiri dan orang lain.
Khusus bagi kaum Adam, ada hadis yang disampaikan Rasulullah SAW untuk memilih pasangan. Beliau bersabda, "Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung." (HR. Bukhari).
Baca Juga:
Keberkahan Inti Pernikahan, Tidak Perlu Bermewah-mewah
Tak Perlu Mahal, Begini Cara Gapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup(gar)