Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Psikolog: Suami Berperan Penting Obati Luka Pengasuhan Istri

Muhajirin Rabu, 08 Februari 2023 - 19:45 WIB
Psikolog: Suami Berperan Penting Obati Luka Pengasuhan Istri
Ilustrasi suami-istri (foto: Langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Psikolog penulis buku “Membasuh Luka Pengasuhan”, Diah Mahmudah, menjelaskan, suami memiliki peran penting dalam menyembuhkan luka pengasuhan yang dialami seorang istri.

Luka pengasuhan berarti trauma emosional yang terjadi akibat perlakuan buruk dari orang yang bertanggungjawab sebagai pengasuh seperti orangtua. Luka pengasuhan dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang bagi perkembangan dan kesehatan emosional anak.

Diah menjelaskan, perempuan yang memiliki luka pengasuhan dan sudah menikah mempunyai potensi besar sembuh. Tentu dengan asupan cinta dari suami. Terlebih jika luka pengasuhan itu didapatkan dari sosok yang tidak memberikan kasih-sayang saat masih balita.

Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Begini Cara Gapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup

Akibatnya, perempuan akan tumbuh menjadi orang yang posesif, cemburu berlebihan, dan memiliki security feeling yang kuat. Cemburu dalam sebuah hubungan suami-istri adalah hal wajar. Hal yang menjadi masalah jika itu berlebihan.

“Pada pasangannya, muncul rasa curiga yang berlebihan. Nah, kadar berlebihannya itu yang kita indikasi bahwa ada luka pengasuhan,” kata Diah dalam webinar Mommischology, dikutip Rabu (8/2/2023).

Luka pengasuhan itu mengakibatkan seorang perempuan menjadi rendah diri atau kurang percaya diri. Akhirnya berlebihan saat berinteraksi dengan pasanganya. Pada posisi ini, suami memiliki peran penting untuk menjadi partner terbaik dalam menyembuhkan luka pengasuhan istri.

Baca Juga: Islam Tak Wajibkan Istri Kerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

“Ketika kita punya luka pengasuhan, sebesar apapun, tapi ketika mendapat basuhan cinta dari sosok suami, di pernikahannya saat ini Insyaallah sembuh. Justru, berarti suami dikirimkan kepada Allah adalah sebagai konselor dan terapis,” ujar Diah.

Suami-Istri Harus Kerjasama Sembuhkan Luka Pengasuhan Sebelum Punya Anak

Setelah saling mengenal satu sama lain, maka tugas berikutnya adalah saling bekerjasama dalam membangun rumah tangga yang harominis. Seorang suami yang menyadari istrinya punya luka pengasuhan harus mendampingi sampai sembuh.

Baca Juga: Amalan untuk Pasangan yang Bertahun-tahun Belum Punya Keturunan

Hal ini dilakukan agar luka pengasuhan itu tidak berdampak saat sudah memiliki anak nanti. luka pengasuhan membuat seorang perempuan kesusahan menonjolkan sikap Rahim-nya, yakni sikap lembut, penuh cinta, keinginan merawat, sampai berani berkorban untuk anak.

“Kita harus punya kompetensi, kalau enggak, kekuatan itu akhirnya jadi boomerang buat kita dan akhirnya meredupkan atau menenggelamkanmu berbagai fitrah baik, terutama fitra tadi sebagai ibu yang tercinta,” kata Diah.

Maka itu, sangat penting bagi seorang istri menyembuhkan luka pengasuhan sebelum memiliki anak. Saat luka itu sudah sembuh, dia bisa berperan sebagai madrasatul ula bagi anak-anaknya. Tidak hanya sebagai pendidik, tapi ibu juga memberikan asupan kasih-sayang kepada sang buah hati.

Baca Juga: Wajibkah Suami Membelikan Istri Skincare?

“Salah satu faktor yang membuat kita seringkali lupa terhadap potensi utama kita, kekuatan kita sebagai seorang perempuan, sebagai seorang bunda adalah luka, karena kita punya luka yang belum yang belum dibasuh di masa lalu,” ujar Diah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)