LANGIT7.ID, Jakarta - Psikolog penulis buku “Membasuh Luka Pengasuhan”, Diah Mahmudah, menjelaskan,
suami memiliki peran penting dalam menyembuhkan luka pengasuhan yang dialami seorang istri.
Luka pengasuhan berarti trauma emosional yang terjadi akibat perlakuan buruk dari orang yang bertanggungjawab sebagai pengasuh seperti orangtua. Luka pengasuhan dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang bagi perkembangan dan kesehatan emosional anak.
Diah menjelaskan, perempuan yang memiliki luka pengasuhan dan sudah menikah mempunyai potensi besar sembuh. Tentu dengan asupan cinta dari suami. Terlebih jika luka pengasuhan itu didapatkan dari sosok yang tidak memberikan kasih-sayang saat masih balita.
Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Begini Cara Gapai Mimpi Bersama Pasangan HidupAkibatnya, perempuan akan tumbuh menjadi orang yang posesif, cemburu berlebihan, dan memiliki
security feeling yang kuat. Cemburu dalam sebuah hubungan suami-istri adalah hal wajar. Hal yang menjadi masalah jika itu berlebihan.
“Pada pasangannya, muncul rasa curiga yang berlebihan. Nah, kadar berlebihannya itu yang kita indikasi bahwa ada luka pengasuhan,” kata Diah dalam webinar
Mommischology, dikutip Rabu (8/2/2023).
Luka pengasuhan itu mengakibatkan seorang perempuan menjadi rendah diri atau kurang percaya diri. Akhirnya berlebihan saat berinteraksi dengan pasanganya. Pada posisi ini, suami memiliki peran penting untuk menjadi
partner terbaik dalam menyembuhkan luka pengasuhan istri.
Baca Juga: Islam Tak Wajibkan Istri Kerjakan Pekerjaan Rumah Tangga“Ketika kita punya luka pengasuhan, sebesar apapun, tapi ketika mendapat basuhan cinta dari sosok suami, di pernikahannya saat ini Insyaallah sembuh. Justru, berarti suami dikirimkan kepada Allah adalah sebagai konselor dan terapis,” ujar Diah.
Suami-Istri Harus Kerjasama Sembuhkan Luka Pengasuhan Sebelum Punya AnakSetelah saling mengenal satu sama lain, maka tugas berikutnya adalah saling bekerjasama dalam membangun rumah tangga yang harominis. Seorang suami yang menyadari istrinya punya luka pengasuhan harus mendampingi sampai sembuh.
Baca Juga: Amalan untuk Pasangan yang Bertahun-tahun Belum Punya KeturunanHal ini dilakukan agar luka pengasuhan itu tidak berdampak saat sudah memiliki anak nanti. luka pengasuhan membuat seorang perempuan kesusahan menonjolkan sikap Rahim-nya, yakni sikap lembut, penuh cinta, keinginan merawat, sampai berani berkorban untuk anak.
“Kita harus punya kompetensi, kalau enggak, kekuatan itu akhirnya jadi boomerang buat kita dan akhirnya meredupkan atau menenggelamkanmu berbagai fitrah baik, terutama fitra tadi sebagai ibu yang tercinta,” kata Diah.
Maka itu, sangat penting bagi seorang istri menyembuhkan luka pengasuhan sebelum memiliki anak. Saat luka itu sudah sembuh, dia bisa berperan sebagai madrasatul ula bagi anak-anaknya. Tidak hanya sebagai pendidik, tapi ibu juga memberikan asupan kasih-sayang kepada sang buah hati.
Baca Juga: Wajibkah Suami Membelikan Istri Skincare?“Salah satu faktor yang membuat kita seringkali lupa terhadap potensi utama kita, kekuatan kita sebagai seorang perempuan, sebagai seorang bunda adalah luka, karena kita punya luka yang belum yang belum dibasuh di masa lalu,” ujar Diah.
(jqf)